Baru-baru ini saya menyadari bahwa saya telah mengambil
tindakan dan keputusan yang cukup besar. Keluar dari zona toxic dalam dunia
pekerjaan yang sudah enam sampai tujuh tahun saya disana. Selama ini saya berusaha
untuk selalu menghargai mereka dan mendalami peran sesuai dengan tupoksi saya
dilembaga tersebut. Selama ini saya berusaha untuk memaksimalkan tugas salah
satunya gencar dalam tujuan pendidikan dasar, mulai dengan literasi, bakat
skiil siswa-siswinya dan bahkan hafalan Al Qur’an yang berkualitas. Tidak hanya
hafal melainkan juga bisa membacannya.
Selama tidak menyalahi prinsip saya, saya akan
bertahan. Namun, apadaya ada seorang yang menurut saya sebagai seorang yang disepuhkan
juga sesama perempuan, bagi saya dia tidak memiliki perasaaan, tidak bijaksana,
seenak jidatnya sendiri, tanpa menyadari kekurangannya. Sebagai orang yang
disepuhkan dan sebagai atasan harusnya tahu dan memahami tindakannya. Namun,
yang tampak selama hampir saya enam tujuh tahun saya disana, dia tidak bisa
demikian.
Yang tampak adalah “saya atasan, maka kamu harus
tunduk”. Kalau boleh saya mencatatan bagimana tidak bijaksananya dia, salah
satunya pernah suatu saat memfoto-foto kelas tahfidz entah tujuannya apa kemudian
di share di grup dan itu bagian kelas saya dan beberapa kelas lain. Bagi saya
ini bukan menegur melainkan ingin mempermalukan. Selanjutnya memfoto sampah
depan kantor, di share di grup guru formal yayasan, hal-hal demikian bagi saya
bukan jiwa pemimpin, karena tujuannya ingin mempermalukan, meskipun tidak atas
nama pribadi, ini kantor milik guru MI semua. Sehingga dia ingin mempermalukan
guru MI!
Itu bagian-bagian contoh kecil saja, belum yang lain. Belum
yang meranah kepada pribadi saya. Mungkin itu bagian pil pahit sebuah
pengalaman yang awalnya saya wajarkan, kuanggap sebagai orang tua. Tetapi,
tidak untuk kali ini, sudah melangkahi bahlkan dua kali terkait dengan prinsip
pribadi saya. Dan bagi saya itu sangat fatal. Buat apa mempertahankan dan tetap
menghargai orang yang tidak pernah menghargai bahkan tidak menganggap kita ada.
Bagi saya dia adalah MANUSIA JAHANNAM yang pernah saya
temui dimuka bumi ini. NAUDZUBILLAHIMINDZALIK. Bukan saya tidak bersyukur
diberikan kesempatan bekerja atau khidmah atau apalah istilah disana kali ini
benar0benar membuat saya KECEWA dan mengambil langkah untuk CUT OFF. Bagi saya
tidak perlu berpamitan secara formal kepada MANUSIA JAHANNAM seperti dia atau
manusia-manusia jahat dibelakangnya. Dan saya simapn baik-baik itu nama siapa
saja.
Bagi pembaca, mungkin ini tulisan yang isinya tidak
bermanfaat dan terlihat sangat jahat. Pada faktanya manusia seperti dia lebih
jahat dari segi fisik NUADZUBILLAH sudah tidak mencerminkan manusia yang baik, jujur
dia tidak pernah senyum sepanjang hayat, bahakn di kalender yang beredar pun,
sama sekali TIDAK, beretemu dengan sesama juga demikian. Dari cirinya saja,
sudah terlihat betapa JAHANNAM dia. Tulisan ini bentuk pelajaran dan hikmah
yang patut diambil bahwa saya sebagai manusia biasa tentu marah, kecewa tetapi
saya sama sekali tidak ada dendam kepada mereka, juga tidak ada tendensi
apa-apa. Tetapi ingat bahwa hukum tabur tuai, karma itu masih berlaku. Ada Allah
yang sangat Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Adil dan Maha segala-galanya. Bahkan
untuk membalas hal kecil demikian kepada mereka sangatlah kecil. Ingat saja,
saya adalah salah satu manusia yang sering anda dzolimi dengan tindakan dan perkataan.
Tenang saja Hey MANUSIA JAHANNAM!
Konsep dalam hidup seketika berubah setelah bertemu
MANUSIA JAHANNAM seperti dia. Bahwa dengan mengakhiri tidak berada dilingkungan
yang sama itu adalah keputusan yang tepat. Demi kesehatan mental dan saya tidak
peduli dia tertawa terbahak-bahak setelah membuat saya tidak krasan dilembaga
tersebut. I DON’T CARE!
Satu lagi, saya dikabari oleh kawan beda lembaga bahwa
insentif saya keluar, namun apa yang terjadi adalah tanpa permisi, ternyata
SIMPATIKA saya telah diblokir oleh MANUSIA JAHANNAM VERSI LAKI-LAKI tersebut,
yang berada disatu lingkaran SETAN. Ini tidak satu kali, namun dua kali.
Pertama adalah saya masih ingat betul, ada satu guru yang sudah resign namun SIMPATIKA
masih dihidupkan dan masih diberikan jam, insentifnya cair dan diberikan, padahal
dia tidak mengajar, siapa dia? Dia adalah keponakan MANUSIA JAHANNAM PEREMPUAN
itu. Dan itu awalnya dirahasiakan, namun ALLAH telah membukanya tanpa sengaja. Saya
masih ingat betul bagaimana saya disidang, yang katanya saya tidak mengerti
ushul fiqh dll. Kedua, baru-baru ini double accounting bagi kakaknya, saudaranya tidak masalah namun tidak berlaku untuk saya yang orang dari luar. Masih banyak sekali pil-pil
kejahatan, kedzalimannya. Tidak apa-apa ditunggu saja waktuNya entah KEHANCURAN yang tak berbentuk lagi. Lanjutkan saja KEJAHATANMU.
