Sabtu, 06 November 2021

Minggu Bermuslimat



Minggu ceria hari ini, alhamdulillah bisa bersama ikut kegiatan Muslimat di Kecamatan Rejotangan. Pada kesempatan ini bertempat di Pondok Pesantren Minhajul Falah Tarbiyatul Qur'an Wal Kutub Kebenraya, Aryojeding, Rejotangan. Yang pengasuhnya tak lain Kyai Jiun Riziqin. Beliau sekaligus tuan rumah. 

Kebetulan Ibu dari suami saya menjadi panitia penanggung jawab konsumsi di acara ini. Dan Alhamdulillah Umi saya sendiri ketua muslimat di ranting Desa Mirigambar di salah satu kecamatan Sumbergempol. Meski berbeda kecamatan, beberapa pengurus Pimpinan Muslimat Cabang Tulungagung saya kenal dan bertemu untuk acara kali ini. Dan berkesempatan musofahah kepada beliau-beliau. Beliau-beliau yang hadir adalah pengurus harian. Kemudian dihadiri oleh ketua MWC NU, Syuriah NU di Rejotangan dan seluruh ibu-ibu lurah di kecamatan Rejotangan.

Acara Muslimat Rejotangan kali ini Pelantikan Pimpinan Acara Cabang dan Pimpinan Ranting serta launching lagu Mars Nadhatul Ulama Indonesia yang diciptakan oleh beliau Dra. Hj. Muhlisoh Fauziyah yang tak lain Ketua Muslimat Kecamatan Sumbergempol. 

Alhamdulillah acara berjalan lancar, antusias ibu-ibu muslimat diacungi jempol. Kemudian ada pemberian penghargaan kepada ranting-ranting atau desa yang berprestasi di masing-masing bidang. Yaitu ada bidang olahraga, bidang pendidikan,  jamaah terbanyak, pembelian kalender yang terbanyak dan sebagainya.

Di kecamatan Rejotangan ini ada sekitar sembilan belas desa, sehingga di setiap ranting mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, semua mendapat kesempatan yang sama dalam mengembangkan, mengompakkan jamaah dalam terus berjuang untuk Nahdatul Ulama.

Semoga acara ini memberikan manfaat, ada petuah bahwa ketika setelah dilantik terus tandhang (dilaksanakan seluruh tugasnya), jangan setelah dilantik malah tidur. Kemudian di sampaikan juga oleh Camat Rejotangan bahwa organisasi Muslimat pasti ada tujuan mulia bersinergi dengan pemerintahan seperti pendidikan artinya anggota ibu muslimat juga banyak yang guru baik di paud, Ra, Mi, Mts dan seterusnya belum lagi di kesehatan, sosial dan semua untuk kemaslahatan umat. 

Membuat Big Book




Big Book kalau kita terjemahkan adalah buku besar. Namun buku besar yang bagaimana dimaksud kita perlu mendalaminya. Pelatihan kemarin memberikan wawasan terbaru bahwa Literasi ditingkat Madrasah Ibtidaiyah sangat membantu.

Apa pengertian sesungguhnya Big Book itu? Big Book adalah buku cerita yang memiliki kriteria khusus salah satunya memiliki ukuran besar dari segi gambar dan tulisan (Karges dalam Solehuddin dkk 2008:7). Adapaun ciri Big Book dalam Katges Bone dalam United States Agent Inyernational Development (2014:53), diantaranya:

1. Cerita singkat (10 sampai 15 halaman)

2. Pola kalimat Jelas

3. Gambar Memiliki Makna

4. Jenis dan ukuran font jelas

5. Jalan Cerita Mudah di fahami

Dari ciri serta pengertian di atas, kita bisa membuat media literasi Big Book dengan konsep yang mudah. Kemudian kita sesuaikan dengan materi yang akan disampaikan ke kelas. Media Big Book ini sangat membantu siswa dalam mengenali hruuf, kemudian kemampuan membaca dan mengingat.

Selain itu, saya sendiri merasakan bahwa membuat media Big Book akan membuat guru lebih kreatif. Mengapa demikian? Karena guru akan membuat sebuah gambar semenarik mungkin, namun juga bermakna. Kemudian dari kegiatan literasi dengan menggunakan media Big Book, kita bisa mengevakuasi siswa dari segi berbicara, menulis bahkan menyusun kalimat seperti pada Big Book yang kita tampilkan.

Kalau kemarin di Pelatihan Literasi saya dan teman-teman guru membuat Big Book secara berkelompok dan mempresentasikannya lalu ada beberapa saran, masukan dari fasda yakni Bu Wiwin. Di kelompok 2 kemarin, kami mengambil materi kelas 4, Tema 2, Subtema 2, Manfaat Perubahan Energi. Sehingga ada gambar TV, perlengkapan TV, manfaat TV. Lalu beberapa masukan dari belaiu adalah diperhatikan gambar, tulisan yang jelas, dan penyusunan cerita yang harus mengandung 5W+1H.  

Untuk hari ini saya membuat Big Book yang akan saya praktekkan di kelas 3. Saya mengambil tema 2, subtema 1 tentang manfaat tumbuhan dan hewan bagi manusia. Saya mengambil yang lebih spesifik yanki manfaat tumbuhan mangga bagi manusia.

Alahmdulillah dalam sehari semalam konsep serta proses membuatnya sudah selesai. Saya akui, saya tidak bakat menggambar, namun saya paksa untuk bisa meski hasilnya tak begitu memuaskan. Gambar mangga yang seperti gambar pepaya. Ah, yang penting percaya diri. Hehehe

Saya memulai menggambar dari kemarin sore sampai pukul sebelas malam. Kemudian dilanjutkan pulang sekolah bersama-sama guru yang ikut pelatihan seperti Bu Choir dan Bu Ela di kantor. Di bawah ini adalah proses saya membuat Big Book



Dibantu Pak Muhsin dengan menyalakan lagu dan kemudian pulang. Bu Ela pun pulang pukul 11.00 sedang saya Bu Choir pulang pukul 13.30. Jika semangat, sekali duduk inginnya selesai dan tuntas. Namun, kita juga harus istirahat. Begitulah cerita hari ini.

Salam Literasi

Jaya Jaya Jaya

Pelatihan Literasi



Kesempatan tidak akan terulang lagi. Meski sudah pernah, tak perlu mengeluh. Ingat saja, ilmu yang akan di ulang adalah tanda ilmu manfaat. Insyallah

Seperti kemarin hari Kamis, 4 November 2021 saya dan teman guru yang lain kecamatan Sumbergempol bisa mengikuti Pelatihan Literasi Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa kali pertemuan dan praktek di lapangan. Dibagi dua kelompok, pertama kelompok kelas bawah yakni guru-guru kelas 1,2, dan 3. Kemudian kelompok kelas atas kelas 4,5, dan 6.

Kegiatan ini diadakan oleh KKG (kelompok kerja guru) di kecamatan Sumbergempol. Kemudian acara ini difasilitasi oleh fasilitator daerah atau fasda dari Rejotangan Yakni Bu Wiwin. Acara ini sangat menyenangkan, membuat media literasi yaitu BIG BOOK. 

Ada materi Toleransi, dan Pemaparan Tujuan Dilaksanakan Pelatihan Literasi Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang disampaikan oleh beliau yang terhormat Bapak H.Sutyani selaku Kasi Penmad (Kepala Seksi Pendidikan Madrasah) kabupaten Tulungagung.

Kegiatan ini diikuti setiap madrasah mewakilkan dua guru dari kelas bawah dan kelas atas. Sehingga ada hampir tiga puluh dua guru mengikutinya. Di pelatihan ini kami tidak hanya mendengarkan saja. Namun, lebih banyak diskusi dan kerja kelompok. 

Alhamdulillah saya bergabung di kelompok dua. Kemudian saling berkenalan dan bertukar pikiran. Kemudian bekerja sama menyelesaikan tugas.

Pelatihan berkelanjutan, tidak berakhir begitu saja melainkan terus berlanjut artinya ada tugas untuk praktek di lembaga masing-masing. Dan diabadikan menjadi sebuah foto dan video baik proses sampai pada praktek. Kemudian nanti dibahas di pertemuan selanjutnya. 



Rabu, 03 November 2021

Masih Bertanya




Dimana?

Apa?

Bagaimana?

Mengapa?

Kapan?

Siapa?


Masih Terus Bertanya

Soal-Soal Terus Menghampiri

Kadang Sibuk Mencari


Masih Terus Bertanya

Lalu Bingung Untuk Menjawab

Hanya Senyum Kering Terpapar


Seakan Berkaca

Kemudian Balik Bertanya

Lagi-Lagi Tak Menemukan


Sebelum Terpeleset

Jangan Menolak Pertanyaan Itu

Dengarkan Dan Jawab Saja 


Jika Mampu

Jika Tidak Menjawab

Diam Dan Kembalikan KepadaNya

Rahasia

 


Tertutup

Tak Mau Diketahui

Bahkan Tercium Baunya


Tak Mau Terlihat

Sekalipun Tak Sengaja

Semua Tertutup Rapat


Hanya Untuk Diri Sendiri

Atas Segala Izin TuhanNya

Menjadi Rahasia


Kunci Utama

Diam Seakan Tak Mengerti

Dan Lihat Saja Sampai Nanti

Senin, 01 November 2021

Berkecamuk



Silih Berganti Berdatangan

Seiring Nada Tak Beraturan

Seperti Gaung Dan Gema Kehidupan


Mencari Celah Antara Hikmah

Menjadi Pemikir Pelaku Menanam Kebaikan

Masih Ada Bahkan Banyak Kebusukan


Menandakan Manusia Penuh Kehinaan

Berlumur Debu Tak Terlihat 

Tak Terhitung  Akan Dosa Yang Kuperbuat


Berputar Berjalan Bertekad

Aku Bisa Menghadapi Dan Menjalani

Terus Berdiri Dengan Tegap


Seperti Malam Ini

Berkecamuk Menjadi Pecahan Luka

Namun Aku Masih Percaya


Jauh Dimata

Selalu Dekat Di Doa

Salam Jangan Lupa Bermunajat KepadaNya


Tiga Tipe Orang Berbicara



Seiring bertambahnya pengalaman serta bagaimana bersosial dengan berbagai masyarakat. Lalu senang sekali mendengarkan diskusi, mendapatkan ilmu salah satunya dari youtub salah satunya chanelnya Habib Husein Ja'far. Dan di manapun channel dan kolaborasi sama siapapun pokok ada beliau sudahlah saya niatkan mencari ilmu dan simak dan membuat corat coret tulisan atau rangkuman, ada beliau selalu menarik untuk mendengarkan.

Ilmu yang beliau sampaikan sangat mudah difahami. Dan sungguh luas sekali pengetahuannya, beliau juga mempunyai Warung Sejarah RI sejenis perpustakaan yang didalamnya banyak buku-buku tidak hanya sejarah, namun sangat banyak jenisnya bahkan ruangan tersebut juga sering dibuat mahasiswa untuk berdiskusi.

Baru-baru ini saya menyimak kata beliau ketika sedang membahas psikologi dan agama bersama Hasan Askari yakni ada tiga hal,

"Orang Awam Itu,  akan ngomongin orang,"

"Orang beranjak intelektualnya, akan ngomongin peristiwa"

"Orang cerdik cendikia akan, ngomongin ide, pemikiran"

Baru sadar dan seakan tamparan keras. Buat saya pribadi, tiga tipe itu sudah cukup untuk mengamati, mengoreksi diri bagaimana saat kita berbicara dengan siapapun. Apakah tipe pertama, apakah kedua atau ketiga.

Sehingga apa hikmahnya, yakni mengajarkan kita bagaimana berbicara yang baik, yang penting-penting saja, jika tak mampu untuk hal demikian maka diam adalah jalan emas.

Sekian Untuk Hari Ini

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...