Dulu
Dulu Aku Menganggapnya Selalu Ada
Dulu Aku Mengaguminya
Teringat Kepeduliannya Luar Biasa
Hingga Tidak Ada Sekat
Dulu
Atau Hanya Sesaat
Saya menggunakan blog ini sebagai media belajar menulis berbagai hal. Maka blog ini akan berfariatif isinya, mulai dari kegiatan, pengalaman, dan ilmu. Semoga Bermanfaat.
Dulu
Dulu Aku Menganggapnya Selalu Ada
Dulu Aku Mengaguminya
Teringat Kepeduliannya Luar Biasa
Hingga Tidak Ada Sekat
Dulu
Atau Hanya Sesaat
Berubah Perubahan
Duri Yang Kau Anggap Ada
Bukan Bagian Dari Bahaya
Pembentukan Untuk Berubah
Duri Membuat Sakit
Tertusuk Bila Ceroboh
Duri Perubahan
Tidak Harus Dianggap Ranjau
Dia Bisa Menjadi Bunga
Untuk Menyimpan Air
LKK PCNU Tulungagung berkolaborasi bersama JATMAN,
LAZISNU, PERGUNU dan RANTING NU Tegalrejo mengadakan Khitan Ceria pada hari
Ahad, 18 Mei 2025. Kegiatan ini bertempat di Masjid I Darussalam Tegalrejo, Rejotangan
dengan diikuti sebanyak 84 peserta dari berbagai kecamatan di Tulungagung.
Peserta sangat beragam dari yang paling kecil yakni umur enam tahun sampai dua
belas tahun. Mereka tidak hanya diantar oleh walinya tetapi juga keluarga besarnya.
Persiapan-persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari, terutama oleh Pengurus Ranting Nu Tegalrejo sebagai tuan rumah. Kegiatan Khitan Ceria dimulai dengan pendaftaran
peserta. Beberapa peserta sengaja untuk berangkat lebih pagi agar mendapat antrian
awal. Bagi peserta yang sudah melakukan pendaftaran, sambil menunggu acara pembukaan
mereka menikmati lantunan sholawat yang dimeriahkan oleh grup sholawat PAC
Fatayat NU Rejotangan yakni Ainuha Tsurosya.
Tepat pukul 08.00 WIB, acara pembukaan kegiatan Khitan Ceria dimulai. Para peserta diarak menuju panggung utama yang didampingi oleh abah Yusuf dan diiringi oleh sholawat dari kodim 0807, Malang . Suasana khidmat dan bahagia terpancar dari wajah anak anak peserta Khitan Ceria.
Rangkaian acara pembukaan berjalan dengan
lancar. Berbagai tokoh masyarakat turut hadir yakni Ketua Tanfidziyah PCNU
Tulungagung dan Ketua JATMAN Kabupaten Tulungagung. Kemudian acara ditutup dengan
pembacaan doa oleh Rois Syuriah PCNU Tulungagung, KH. Muhson Hamdani, M.Sy.
Selesai acara pembukaan Khitan Ceria,
peserta dipanggil sesuai nomer urut untuk melakukan anestesi yang diakomodir
oleh Bapak Sugeng dari LKK PCNU. Setelah anestesi diberikan, mereka akan
dipanggil untuk dilakukan tindakan oleh tim medis. Kemudian peserta Khitan
Ceria masuk ruangan yang didampingi oleh walinya masing – masing dan juga tim
LKK NU seperti Bapak H. Ali Maksum, Bapak Syafa’, dan Bapak Dian Anshori.
Suasana di dalam ruangan campur aduk, ada
yang tenang, ada juga yang histeris dan ada juga peserta khitan yang harus
dipegang oleh banyak orang. Setelah tindakan selesai dilakukan oleh tim medis,
peserta Khitan Ceria akan menukarkan nomer peserta dengan bingkisan dan uang
saku. Setelah itu mereka bisa pulang ke rumah masing – masing. Alhamdulillah
acara khitan ceria berjalan lancar dan semoga kegiatan ini dapat
membawa manfaat yang berkelanjutan.
apakah tidak boleh bercerita
apakah tidak boleh bahagia
apakah tidak boleh menjadi apa adanya
dan jika saja kau tahu
sekuat tenaga untuk berteriak
apa yang kau harapkan dariku?
layaknya manusia
aku bisa menangis
aku bisa marah
aku bisa diam
dan berlalu pergi
apakah seberisik itu
layaknya gemuruh yang tiada henti
mengalir seperti nadi yang tak tahu kapan terhenti
aku menganggapnya sama
kau merasakan gemuruh kalbu
aku juga menganggapnya juga sama
kau terus bahagia
kata sudah bukan jadi kiasan
kehidupan memang sebuah perjalanan
setiap yang tampak bukan hanya uraian
jangan mencoba untuk menyembunyikan
bukan hanya cinta namun juga tangisan
aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...