Sabtu, 30 Januari 2021

Ngaji Bareng 2



Seperti biasa, ngaji bareng di hari Sabtu siang di kitab Adabul 'Alim WalMuta'alim dari karangan tokoh besar pendiri Nahdatul Ulama Yaitu K.H Hasyim Asy'ari. Kali ini menjelaskan tentang adab sebagai pengajar atau yang diajar. 

Mungkin lebih sederhananya abad atau tata krama, budi pekerti pelajar dan guru. Tentu, yang mempunyai adab atau tata krama tidak hanya siswa atau pelajar saja. Melainkan sebagai pendidik, pengajar atau guru pun wajib mempunyai tata krama.

Waktu mengaji membahas tiga pasal. Diantaranya, bagaimana adab pelajar dengan gurunya mulai dari tata cara memanggilnya. Tidak boleh memanggil dengan langsung nama panggilannya. Sebagai contoh, jika nama gurunya adalah Abdul. Kita langsung memanggilnya dengan dengan panggilan "Dul Abdul". Nah ini sangat fatal, sangat dilarang. Yang baik bagaimana?

Tentu, dengan menggunakan kata Bapak, Ustadz atau Pak guru. Baik beliau ada di tempat atau tidak ditempat, maka tetaplah menggunakan Pak, Ustadz atau Pak guru. 

Maka tatanan bahasa ini sangat penting. Jika menggunakan Bahasa Indonesia, hendaknya kita dapat berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia dengan baik dan lebih formal. Sama halnya menggunakan Bahasa Jawa, kita harus menggunakan Krama Inggil. Karena bahasa tersebut digunakan untuk orang yang kita mulyakan atau lebih tua dari kita.

Yang kedua adalah, ketika guru tersebut mempunyai keluarga, tentu harus dihormati dan dimulyakan. Maka, tidak dianjurkan jika guru kita mempunyai keluarga, yang di hormati hanya guru kita saja. Untuk keluarga misalkan suami atau istri dan anak-anaknya tidak kita hormati. 

Yang ketiga, guru itu adalah contoh yang nyata bagi siswanya. Maka hendaknya, ketika berinteraksi atau memberikan contoh itu harus dengan segala hal yang terbaik. Tutur kata yang baik, prilaku yang santun. Karena guru itu dapat "nulari" atau menularkan. Kalau ada guru yang santun akan menular dan melahirkan siswa yang santun, dan sebagainya.

Lalu, mendoakan guru baik yang masih sehat atau yang sudah mendahului kita. Minimal mengirimkan fatihah kepada beliau-beliau. Karena mendoakan adalah wujud dari kita memuliakan guru kita. Selain kita mendapat pahala, kita pun juga akan mendapat kebaikan dari doa doa yang kita panjatkan.

Namun, bagaimana jika kita menemui guru yang tegas "kereng". Dan dipandang siswanya sebagai guru yang suka memberi peringatan. Sebagai siswa, kita harus menyadari.  Bahwa guru melakukan hal demikian untuk tujuan yang baik, misalnya ketika hafalan Al Quran karena belum lancar atau belum hafal, kita di suruh untuk berdiri. Hal tersebut tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa malas yang berkepanjangan.

Kemudian apa sih, tujuan dari semua itu? Yakni kita ingin mendapatkan kebarokahan, kemanfaatan ilmu serta keridhaannya sehingga akan mempermudah ilmu yang beliau berikan. 


Sepeda Tua



Beribu Kilometer

Kau Menuliskan Cerita

Menemani Kisah 

Suka Bahkan Duka


Sudah Lama

Kayuhan Tanpa Henti

Menjadikanku Lebih Tahu

Arti Perjuangan


Meski Tua 

Dan Rupamu Tak Semahal Dulu

Tapi Keberadaanmu

Sangat Berarti


Nasehat Diri


Kadang manusia itu lupa, dari mana asal mereka. Karena sudah tertutup segala  kesenangan dan keinginannya. Pagar batasnya tak peduli dia terjang, hanya demi keinginannya.

Namun, jika sudah merasa di titik terendah mereka berbondong-bondong kembali kepadaNya. Eits...marilah kita sering-sering mengoreksi, introspeksi diri dan jangan malu untuk meminta nasihat dari orang terdekat kita.

Manusia itu pada dasarnya mempunyai rasa tidak akan merasa puas dengan segala hal. Selalu ingin memiliki dan menikmatinya. Banyak sekali contoh di sekitar kita. Punya satu handphone, kadang kita masih ingin beli dan mempunyai satu lagi. Karena kurang mewah atau kurang berkelas. Padahal sebenarnya berkelas dan tidak handphone tersebut mempunya fungsi yang sama.

Oleh karena itu rasa syukur itu harus kita tanamkan sejak dini. Bersyukur dengan segala hal yang telah kita miliki. Bersyukur tidak hanya melalui ucapan saja. Melainkan, kita mampu memanfaatkan suatu hal itu dengan baik.

Jumat, 29 Januari 2021

Ngaji Bareng



Ketika saat mengaji bareng kitab tentang adab dan ilmu. Banyak hal baru yang saya temukan. Bagaimana posisi orang yang mencari ilmu, mengajarkan tentang ilmu dan manfaat ilmu itu sendiri.

Bagaimana dalam kitab tersebut, juga diterangkan hal-hal yang dilarang ketika kita mencari ilmu. Kiat-kiat tirakat agar ilmu tersebut barokah dan manfaat.

Memang sih, ketika ngaji bareng ini saya pribadi sering absen. Dan tidak jarang, ketika masuk di ngaji bareng tersebut, kitab saya tertinggal. Tapi, saya tak kehilangan akal untuk selalu mencatat bahkan merekam penjelasan dari ustadznya. Oh iya nama kitabnya adalah Adabul 'Alim WalMuta'alim dan karangan tokoh besar pendiri Nahdatul Ulama Yaitu K.H Hasyim Asy'ari.

Pada ngaji kali ini, menjelaskan tentang bagaimana kita mempunyai daya ingat yang kuat terhadap mencari ilmu. Yaitu diantaranya pertama jangan suka membaca nama nisan orang yang sudah meninggal, biasanya di pemakaman, kecuali karena kebutuhan misalnya untuk pergi nyekar ke kakek atau neneknya, harus mencari karena lupa dan sudah lama tidak berkunjung.

Yang kedua adalah jangan sampai di rambut kita itu ada penghuninya yaitu kutu rambut. Hal ini cukup menghambat dan mengganggu ketika kita mencari ilmu. Lha kok mencari ilmu, aktifitas biasa aja juga akan terganggu karena rasa gatal di rambut. Jadi rambut harus dibersihkan. 

Oleh karena itu, untuk meningkatkan daya ingat di bidang ilmu, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Didukung oleh makanan yang bergizi dan lingkungan yang mendukung. Kira-kira itu dua hal penjelasan dari guru saya ketika ngaji bareng.

Jangan lupa ngaji

Kamis, 28 Januari 2021

Perubahan


"Buatlah gerakan demi gerakan. Perubahan demi perubahan. Sedikit perubahan lebih baik dari pada tidak sama sekali."

Tiga kalimat yang mengutip buku "Unlimited You" karangan penulis muda, berbakat dan sukses sejak dini. Siapa lagi kalau bukan Wirda Mansur.

Tiga kalimat di atas sangat menginspirasi dan memotivasi. Bahwa sedikit perubahan akan membawa kebaikan.

Perubahan apa sajakah itu? Perubahan diri kita, jangan hanya jalan di tempat untuk diri kita yang di masa lalu. Melainkan perubahan untuk lebih atau yang dulu belum ada di diri kita, kita harus menunjukkan perubahan tersebut.

Misalnya, yang dulu tidak pernah sholat sunah Dhuha dan Tahajud, mulai kita bangun perubahan itu. Tentu dengan sedikit demi sedikit kita bangun perubahan itu. Dan itu tidak mudah, harus di barengi dengan tekat dan niat yang kuat yang berasal dari diri sendiri. Kemudian di dukung oleh lingkungan orang-orang di sekeliling kita.

So, jangan takut untuk membawa perubahan yang lebih baik dan positif, meski itu hanya sedikit. 

Selasa, 26 Januari 2021

Membuka Jendela Dunia


Dunia itu luas, dan tanpa batas. Semua itu tergantung sudut pandang dan seberapa luas pengetahuan yang telah kita peroleh. Pengetahuan bisa kita dapatkan dari berbagai hal. Salah satunya dengan membaca buku.

Hari ini menjadi PR besar untuk kita semua dimasalah membaca. Membaca menjadi salah satu masalah bangsa kita. Artinya kemampuan membaca kita masih sangat jauh jika dibandingkan dengan negara lain. 

Hal ini banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya lingkungan terdekat kita. Mungkin saya tidak akan membahas terlalu dalam penyebab-penyebabnya.

Namun, sedikit berbagi pengalaman, bagaimana cara menumbuhkan kebiasaan membaca sebagai pemula. Pertama, tumbuhkan rasa suka dan senang tergadap judul buku yang akan dibaca. Kedua, pilih judul buku yang menurutmu sangat menarik, dan membuat penasaran. Ketiga, pilihlah buku yang sekiranya menggunakan gambar yang sekedar mewakili tulisan yang kita baca.

Keempat, pilihlah buku yang sekiranya tulisannya menggunakan warna-warni yang menarik. Tentu, empat trik di atas berbeda dengan trik pada orang yang sudah mahir dan menjadikan kegiatan membaca itu adalah suatu kewajiban. Itulah sedikit trik untuk menumbuhkan dan membangun kegiatan membaca.


Senin, 25 Januari 2021

Kecil Menusuk



Kadang Tak Nampak

Tapi Terdengar

Suara Unikmu


Memang Kecil

Jarum Mulutmu

Yang Tajam

Tak Tertandingi


Demi Perut Laparmu

Kamu Hisap Darah Segar

Siapapun Didekatmu


Risih

Bikin Bentol Di Kulit

Gerakanmu Sangat Gesit

Bikin Orang Makin Gregetan


Ketika Lampu Padam

Seketika Itu Kau Datang

Dengan Segerombolan

Kawan-kawanmu


Oh Nyamuk Nyamuk


Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...