Kamis, 26 November 2020

Berproses

Siapapun akan selalu menantinya. Malam Jumat atau hari Jumat adalah sayyidul ayyam, malam yang istimewa, selalu dianjurkan untuk memperbanyak sholawat, membaca Al Quran maupun sedekah.

Malam ini, malam jumat yang istimewa tidak sepertinya biasanya, setelah rutinan yasinan dan tahlil. Sambil menunggu waktu sholat isya' rebahan sambil membuka WhatsApp grup kelas dan grup olimpiade anak-anak. Sambil ngecek pembelajaran dan beberapa hasil sertifikat olimpiade.

Mendapat pesan dari beliau Bu Ma'rifah Hidayah tentang untaian sajak yang berjudul "Salam Satu Jiwa, Salam Literasi" di Grup Gubuk Literasi Pergunu Tulungagung, kemudian saya baca. Belum sempat selesai, masih membaca kira kira dapat satu bait, ada pesan lagi dibawahnya kemudian ada file. Ternyata, file tersebut hasil pengumuman lomba menulis "Spirit Literasi Pergunu" dalam rangka Hari Guru Nasional tahun 2020.

Tak disangka-sangka, nama saya muncul di barisan pertama dan ada keterangannya. Dari posisi awal rebahan auto menjadi posisi duduk. Membaca dengan seksama. Masih belum percaya file tersebut saya kirim ke handphone suami, agar lebih jelas lagi. Dan kebetulan suami masih rutinan jadi handphone di rumah. Ku baca ulang-ulang memang benar namaku di barisan pertama. Bisa dicek di tabel berikut ya:

Alhamdulillah, syukur tiada henti, impian akan semakin dekat untuk menjadi nyata. Pengumuman ini akan menjadi tombak awal untuk perjalanan kedepannya. Bukan untuk riya', saya ingin membuktikan bahwa menulis itu akan merubah hidup seseorang menjadi lebih baik, menulis sebagai ladang untuk kebaikan, untuk lebih manfaat dan tentunya mencari Ridho dan barokahNya.

Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran pengurus Pergunu Tulungagung di bawah pimpinan Bapak Muslim, yang telah menyelenggarakan dan memberikan kesempatan saya mengikuti acara workshop literasi di awal bulan November 2020 lalu, bersama pakar literasi yang hebat. Dan terimakasih juga saya sampaikan kepada dewan juri Bapak Moh. Anshori, Ibu Ma'rifah Hidayah dan Bapak Nurhadi. Khususnya kepada sang inspirator literasi Bapak Dr. Ngainun Naim, MH.I.

Saya juga mohon untuk motivasi serta  bimbingan dari beliau untuk selalu ajeg dalam menulis.

Menulis yang baik adalah melakukan kegiatan menulis itu sendiri. Jadi, jangan ragu untuk menulis apapun, yang penting menulis.


2 komentar:

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...