Minggu, 15 November 2020

 

KEBERSAMAAN

Di sela-sela kesibukan yang tak pernah berakhir, mari kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat. Minggu adalah hari yang sangat diidam-idamkan hampir semua orang. Karna dengan hari Minggu kadang orang dapat menghabiskan waktu dengan keluarga dan lebih bersantai menikmatinya, tanpa suatu tuntutan apapun.

Hari Minggu kemarin, ada yang berbeda, saya bersama teman-teman rekan kerja melaksanakan kegiatan piket untuk bersih-bersih, merawat dan menanam pohon di bumi perkemahan LP Ma’arif Tulungagung. Bumi Perkemahan tersebut terletak di Dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol. Ini kali kedua, saya pergi kesana.

Pertama kali mengetahui dan berkunjung di Bumi Perkemehan karena adanya agenda lomba menanam pohon bersama siswa dan siswi kami. Pada waktu itu dari sekolah kami diwakili oleh kelas lima anandan Miftahul Jannah dan Muhammad Rizki Akbar. Menurut saya pengalaman ini sangat menarik, karena harus mendaki gunung kecil, menempuh perjalanan naik turun, membawa cangkul dan sabit, air, pupuk, sekam serta beberapa minuman.

Nah, pada waktu itu didampingi Ibu-ibu guru saja, kebetulan Bapak Gurunya hanya satu. Terbayangkan, bagaimana ibu-ibu harus mendampingi dengan naik tanjakan, dan belum musim penghujan seperti sekarang ini, panas pasti, rempong jelas. Namun, kita lakukan dengan riang gembira terbukti keringat semangat kita bercucuran tanpa henti.

Pada waktu itu ada upacara pembukaan, kemudian diarahkan bagian-bagian kavling yang harus ditanami. Dan kita tidak persiapan untuk pemberian nambor atau nama, serta asal lembaga untuk ditancapkan di tanah yang kita tanami pohon tersebut. Ya sudah, seadanya, yang penting pohon yang kita tanam bisa tumbuh subur. Ada tiga pohon bambu yang kita tanam. Diambil foto kemudian di upload di Instagram dan diberikan sebuah keterangan. Alahamdulilah sudah kita laksanakan dengan baik.

Foto awal ke Bumi Perkemahan

Kunjungan kedua ke Buper atau bumi perkemahan ini agak berbeda, karena dengan Bapak/Ibu guru yang lebih lengkap. Kita niatkan untuk ibadah merawat dan menanam pohon serta tahadus bini’mah piknik kecil-kecilan Bismillah, berangkat dan sampai dilokasi kurang lebih pukul setengah delapan.

Seperti biasa ibu-ibu akan lebih repot untuk mempersiapkan bekal untuk piknik kecil ini, dari pada alat kebersihan yang telah disiapkan dan beberapa label serta nama lembaga yang disiapkan dari sekolah. Menggunakan mobil sekolah. bagian tengah penuh dengan segala bekal piknik kecil mulai dari nasi, urap, ayam panggang, jus mangga dan jambu, tahu goreng, air mineral, krupuk dan lain sebagainya. Kemudian bagian belakang Bapak-bapak guru bertangung jawab dengan segala alat tanam menanam serta alat kebersihan seperti cangkul, sabit, sapu lidi dan lain sebagainya.

Sesampai diparkiran, semua barang kita turunkan, namun apa yang terjadi. Kedua kalinya label nama pohon serta asal lembaga tertinggal. Hihihi… ya sudah tidak masalah, yang penting kompak untuk membawa semua bekal dan alat kebersihan dibawa ke atas gunung. Semua guru mengambil yang membawanya naik ke gunung tersebut. Dengan senyum dan tawa bahagia diiringi nafas yang terengah-engah tetap semanagt sampai ke bumi perkemhan.

Foto Perjalanan Menuju Buper


 

Sangat lega telah sampai pada gapura buatan beberapa tongkat Pramuka, serta Bendera Merah Putih dan Bendera LP Ma’arif Tulungagung. Kemudian, kami memlih tempat yang nyaman untuk piknik kecil-kecilan sebelum kita menuju tempat menanm pohon dan bebersih. Setelah dirasa cukup untuk istirahat, lalu kita menuju tempat kavling yang sudah bagian dari lembaga kami. Namun lokasinya agak puncak gunung tersebut. Ibu-ibu sinambi membawa sapu, terus berkata “kok tidak sampai-sampai” (sambil terengah-engah nafasnya). Terdengar dari deretan depan “lima menit lagi sampai bu”.

Cukup menguras tenaga karena kita naik ke puncak dengan kondisi tanah setelah diguyur hujan di malam harinya, sehingga sepatu kita mau tidak mau membawa beban tanah tebal “ndabel” membuat langkah semakin berat. Sedikit-dikir berhenti untuk menguranginya dengan ranting-ranting yang sudah berguguran. Setelah sampai, Subhanallah diujung depan lokasi kavling kita menanam pohon, sungguh indah pemandangannya sedap di mata dedaunanan hijua segar, pohon-pohon tumbuh subur. Sehingga kita bebersih dan menanam pohonn dengan diiringi menikmati udara segar dan sejuk.

Foto Pemandangannya Indah Bukan?


Foto Membersihkan Sepatu “Ndabel”

    

Usai sudah menanam dan bebersihnya, kami pun turun dan berkumpul ditempat awal tadi. Kita bersama-sama melepas lelah dan minum air mineral. Tentunya dengan menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, kita bedakan sampah organik dan anorganik. Mencuci tangan, dibumi Perkemahan ini juga ada selang yang menghubungkan dengan sumber air yang bersih, jadi kita bisa mencuci tangan dengan air mengalir.

            Tara… tiba saatnya kita piknik menikmati bekal yang sudah kita siapkan. Dengan antusias kita semua membuka, membagi rata bekal yang sudah disiapkan. Tetap jadi favorit saya adalah urap dan sambel super pedas, So Yummy. Kita nikmati sambil bercengkrama kecil dan bersantai. Dengan diiringi doa sebelum makan, sambil hati terus berdziki padaNya Alhamdulillah, Subhanallah, Allahu Akbar, sungguh nikmat kebersamanaan ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...