Kamis, 19 November 2020

NGURI-NGURI BUDAYA TRADISONAL

 


    Negara kita memiliki identitas yang kental akan budaya tradisonalnya. Namun, bukan berarti jika kaya akan budaya tradisional, kita boleh dengan mudah acuh atau bahkan melupakannya. Sebagai generasi yang hidup di era millenial seperti sekarang ini, budaya tradisonal sering kegeser sedikit demi sedikit tanpa kita sadari. Oleh karenanya, nguri-nguri atau menjaga dan melestarikan adalah tugas utama kita.

    Indonesia sebagian besar terdiri dari kepulauan. Oleh karena itu, budaya yang dimiliki tentunya semakin banyak. Setiap daerah mempunyai ciri khas akan budaya tradisionalnya mulai dari makanan, rumah, pakaian, alat musik, tarian tradisional, lagu daerah bahkan senjata tradisional. Lalu, apakah kita sudah megetahui dan hafal semua budaya yang ada pada daerah kita masing-masing?

    Nguri-nguri budaya tradisonal menurut saya sangat penting, mengapa? Karena menjaga dan melestarikan jika tidak diawali dari diri kita, maka siapa lagi. Budaya tradisional lahir jauh sebelum kita dilahirkan. Kita hanya tinggal menikmati, meneruskan akan budaya tradisional tesebut tetap hidup dan lestari saja, masih ogah-ogahan karena terlena oleh perkembangan zaman yang semakin modern.

      Zaman boleh semakin modern, tapi budaya merupakan bukti identitas kentalnya suatu daerah dan jangan sampai dilupakan. Contoh saja, banyak sekali diantara kita tidak tahu apa lagu daerah kita masing-masing. Kalau sudah tidak tahu sama sekali, apa lagi menyanyikannya? Tentu tidak akan bisa. Problem ini membuat  prihatin.

    Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk kembali nguri-nguri budaya tradisional itu? Yang paling mendasar adalah harus kita awali dengan mengenal. Dengan mengenal, kita akan mengetahui secara garis besarnya atau secara umum, misalkan tari tradisional. Kita harus mencari tahu dan membaca apa itu pengertian tari tradisional terlebih dahulu, Kemudian, kenali daerah asal tarian tersebut. Tahap selanjutnya adalah pelajari gerakan serta makna yang ada dalam gerakan tersebut. 

    Hal ini sangat bagus dilakukan dari pada tidak sama sekali mengetahui apapun budaya milik daerah kita masing-masing. Apakah nguri-nguri itu harus bisa melakukan sama halnya kita mempelajari tari maka harus bisa menari? Tentu tidak. Menurut saya, mengetahui jenis tari daerah masing-masing sudah bagus dari pada tidak sama sekali. Syukur-syukur sambil belajar teori kita bisa belajar dengan praktek. Tidak masalah badan kita kaku, tidak selayaknya penari profesional. Tapi kita bisa melakukannya dan mau belajar.



    


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...