Salah satu nikmat gratis yang diberikan Allah yang setiap manusia rasakan adalah nikmatnya tidur. Bayangkan saja jika manusia yang tidak bisa tidur, mungkin dunia medis akan mendiagnosa orang tersebut menderita insomnia. Setidaknya, manusia dalam sehari mempunyai waktu untuk tidur kurang lebih tujuh sampai delapan jam.
Namun, di sela-sela waktu tidur malam, menurut saya ada kewajiban waktu,untuk selalu mengingatNya. Entah hanya lima atau sepuluh menit atau bahkan berjam-jam. Itu semua tergantung dan kembali ke diri kita masing-masing. Iya, memang berat, salah satu alasannya adalah, dingin bertemu air, membuat kadang kita malas untuk bangun, biasanya malah tarik selimut dan ubah posisi lebih nyaman, untuk melanjutkan melukis mimpi di pulau kapuk.
Marilah kita belajar bersama, untuk membiasakan diri memenuhi waktu untukNya. Sebenarnya bukan Allah yang perlu waktu mustajab itu, tapi kita, sebagaimana manusia, sangat dan sangat memerlukan, memohon, mencari RidhoNya dan bebas untuk Berdoa Apapun Yang Terbaik, serta Meminta Ampun KepadaNya.
Kring........
Berdering Lah alarm
Menunjuk Sepertiga MalamMu
Bangun
Atau
Kembali Tidur Lagi
Putusan Yang Amat Sulit
Duduk
Berfikir
Mengumpulkan Nyawa
Keputuskan
Bangun dan Berdiri
Dikesempatan Langka itu
Di Waktu MustajabMu
Kutinggalkan Selimut Lembutku Begitu Saja
Ku Berlalu
Menghampiri Air Kran
Mengalir Deras
Dingin
Menusuk Tulang Belulang
Sunyi Sepi
Hujan Deras Mengiringi
Menambah Syahdu
Suasana Hati
Disujud Malamku
Iringan Kalimat-kalimat Tayyibah
Memuji, Mengagungkan, Memohon
Engkau Sang Maha Segala Kebaikan
Keren bu...produktif..apapun bs jd tulisan yg bagus ditangan penulis hebat. Mantab.
BalasHapusTerimakasih pak, Takseh belajar pak terus menerus 🙏🏻
Hapus