Senin, 07 Desember 2020

Sibuk?

Saya sibuk,

Saya repot,

Sibuk apa?

Lalu, kapan selesai kesibukan tersebut?

Sering sekali, saya mengatakan pada diri saya sendiri kalimat-kalimat di atas. Saya kira, semua orang akan sibuk dengan kegiatan, aktivitas atau pekerjaan yang dimiliki. Masing-masing orang pasti sibuk atau sering kita kenal dengan kata repot. Kesibukan diciptakan oleh diri kita sendiri.

Saya juga sibuk dengan kegiatan yang saya miliki. Namun, saya tidak tahu sesibuk apa sebenarnya dan nilai apa yang saya dapat dari kesibukan tersebut.

Saya tersentil dengan salah satu caption sosial media adik kelas saya. Kurang lebih "sibuk itu palsu, semua tergantung prioritas". Kalimat tersebut nasihat yang amat dalam. Orang yang tanpa melakukan kegiatan pun kadang mengatakan dirinya sibuk. Jadi, sibuk atau repot boleh tidak, dijadikan suatu alasan?

Lalu prioritas, hal yang lebih utama. Kepentingan-kepentingan setiap individu pasti berbeda. Kepentingan utama setiap orang juga tidak sama. Sesibuk apapun pasti ada yang lebih utama atau diprioritaskan. Sangat mungkin, jika bukan prioritas maka tidak dilakukan.

Sibuk atau repot menurut saya harus spesifik dalam kegiatannya dan seberapa besar manfaatnya. Mari, kita sibukkan diri kita untuk sesuatu yang bermanfaat salah satunya menulis.

Saya  membuat komitmen pada diri saya sendiri. Sejak mengikuti seminar Literasi bulan lalu. Minimal dalam sehari harus ada waktu untuk menulis. Jika tidak bisa memenuhi, saya menganggapnya sebagai hutang. 

Maka, semakin menunda menulis hari ini, maka hutang saya menulis akan semakin menumpuk. Tidak jarang, menulis mengalami kebuntuan dalam mencari ide, topik atau judul. Yang paling pokok, harus menulis dan dilakukan. Benar atau tidak, yang penting menulis.

Sejauh ini, saya merasakan bahwa kegiatan menulis itu sangat menyenangkan dan selalu positif. Entah ada yang membaca atau tidak, yang terpenting menulis. Sesibuk apapun ayo tetap menulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...