Beberapa bulan yang lalu, sebelum pergantian tahun. Kesedihan melanda, dan kesedihan itu terulang lagi diawal bulan ini di tahun yang masih awal 2021. Bagaimana tidak sedih dan pilu, banyak para ulama'-ulama', kyai-kyai, guru-guru yang telah berpulang. Beliau-beliau ahli ilmu di bidang masing-masing yang dipanggil Allah untuk kembali kepadaNya.
Beliau-beliau adalah orang yang selama ini kita jadikan panutan sebagai orang-orang soleh, serta tokoh yang kita nanti-nanti ilmunya. Satu persatu disayang olehNya. Sehingga meninggalkan dunia yang semakin carut marut ini.
Rasanya tidak hanya kita yang bersedih. Langit pun seakan berbicara. Bagaimana kehilangan sosoknya. Mendung dan gerimis sepanjang hari. Di hari yang baik Kamis dan Jumat. Sungguh rasa kehilangan ini semakin terasa.
Hanya doa yang kami persembahkan. Semoga para Ulama'-ulama', kyai-kyai dan guru-guru yang telah mendahului kita, akan mendapat SurgaNya. Lalu, ilmu dan amal kebaikan yang telah diajarkannya, mampu kita laksanakan dengan sebaik mungkin.
Waktu terus berjalan, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya. Seberapa manfaat kegiatan yang kita lakukan di kesempatan waktu yang ada ini.
Zaman yang semakin modern dan canggih. Ilmu akan semakin terkikis, tanpa penerus yang praktis. Maka tahun ini adalah tantangan bagi kita jika kita mau disebut sebagai generasi muda dan generasi penerus. Lalu pertanyaan yang besar pun hadir. Apakah kita sudah siap meneruskan perjuangan para ulama tersebut. Dan apakah kita mampu?

Innalillahi wainnailaihi roji'uun..
BalasHapusIlmu nya Alloh di ambiNya mlalui meninggalnya para ulama. Smg Alloh menggantinya dg munculnya ulama2 baru..yg se ilmu.
Aminn ya Rob...
Hapus