Rasanya nano nano banget, bisa mempunyai kesempatan yang luar biasa. Setelah sekian lama tak meneruskan dunia menulis seperti di bangku kuliah. Tapi, sekarang perlahan bisa menulis kembali sangat bersyukur.
Lalu, di berikan bonus yang membuat hati senang. Yakni menerbitkan buku bersama teman-teman yang dibimbing dan difasilitasi oleh guru sekaligus Dosen kami yakni Bapak Ngainun Naim.
Mungkin yang beberapa dari anda sudah membaca tulisan di blog saya. Bagaimana awalnya saya harus menulis dan kenal beliau. Ya beliau adalah salah satu dosen IAIN Tulungagung.
Saya banyak mengucapkan banyak terimakasih kepada beliau. Yang memfasilitasi kami di bidang menulis. Meski saya sendiri masih jauh dari kata baik dalam dunia tulis menulis. Setidaknya buku ini memberikan suatu yang tak ternilai pengalamannya.
Buku ini memang bukan buku solo saya. Sebagian teman yang melihat saya dengan buku ini, sempat berkata "halah, namanya hanya satu saja bangga". Sempat kaget, tapi ya biarlah orang berkomentar apa.
Setidaknya saya sudah membuktikan bahwa saya mampu menulis, dari pada sama sekali tidak menulis. Toh,,, orang yang berkomentar itu tugasnya ya hanya komentar dengan lisan yang ringan. Tapi tidak pernah menulis. Jadi, terus saja maju anggap angin yang berlalu.
Buku ini adalah antologi pertama saya yang telah terbit. Buku ini tentu ditulis oleh lebih dari satu orang. Artinya buku ini disusun bersama-sama dan banyak penulis.
Meski buku yang ditulis bersama atau antologi, saya mengapresiasi diri saya sendiri bahwa ini adalah secuil proses untuk melangkah ke depan. Terutama pada dunia menulis. Kedepannya pasti banyak hal baru serta pengalaman yang lebih di dunia menulis.
"Sejuta Cerita Tentang Ibu" buku antologi ini memberikan banyak cerita serta pengalaman unik dari banyak penulis. Sehingga sosok Ibu itu dijelaskan dengan sangat sangat luas serta luar biasa perjuangan, pengorbanannya.
"Malaikat Itu Bernama Ibu"sekilas salah satu judul di dalam buku tersebut. Ya itu punya saya, dihalaman seratus tujuh. Memang buku ini kumpulan cerita tentang Ibu, sehingga ini merupakan kado kecil buat Umi saya. Alhamdulillahnya, sudah bibaca oleh beliau umi saya. Sajak puisi sederhana sebagai ungkapan sayang dan bermilyaran terimakasih untuk Umi.
Di luar sana banyak penulis yang jauh lebih keren, luar biasa dalam karyanya. Tapi, dalam keberhasilan penulis itu sendiri, akan terlihat dengan kegiatannya menulis, tulisannya dan menerbitkan yaitu dengan proses.
Jadi selalu hargailah proses.
Jangan lelah.
Percaya bahwa menulis itu berkah.

Mantabb...sdh nulis lagi ..lanjuttt pokok e
BalasHapus