Sampai di gerbang utama, terlihat banyak mahasiswa parkir-parkir di luar dan duduk di depan gerbang dan ATM. Cuaca hari ini cukup cerah sehingga banyak yang berteduh.
Oke, sesampai di gerbang, ternyata banyak satpam yang sedang menjalankan prosedur. Di tanya satu persatu, ada keperluan apa? Saya mencoba menjelaskannya, kemudian beliau minta bukti WA saya. Ok saya tunjukkan. Prosedur selanjutnya adalah periksa suhu. Suhu saya 36.2 kemudian giliran si kecil 37.00. Aturannya suhu 37.00 tidak diperkenankan masuk. Auto putar balik. Dan sempat telfon suami dan teman juga. Karena, tidak diperkenankan masuk karena suhu si kecil ini.
Setelah saya pikir, mungkin pengaruh dia duduk di depan, dan pengaruh sinar matahari di perjalanan. Benar sih, dia memakai kerudung, tapi dahinya juga kepanasan.
Kita berfikir seperti itu karena kita semua alhamdulillah sehat. Kemudian kita cari udara dingin alias ngadem dulu di Mall Bravo Tulungagung. Di periksalah suhu kita berdua untuk kedua kalinya. Dan lucunya semua sama-sama 36.04. Si kecil reflek berkata "lo kok berbeda sih kak, suhu badanku". Sambil ngobrol dan belilah es teh, masuk mall, masuk time zone dan duduk di food court.
Nyusun strategi agar lolos di gerbang kampus. Karena sudah ada janji sama beliau, jika saya WA lagi dan tidak bisa datang alangkah tidak sopannya. Lalu si kecil punya ide yang amat mengejutkan.
Minta menuju ke kampus lagi. Di depan toko sapu, hampir sampai di gerbang, tiba-tiba dia ambil botol es teh kita. Lalu ia usapkan di wajahnya. Aku melihatnya, sempat bertanya "ngapain sih dek, kayak gitu," dia yang ceriwis menjawab dengan kekhasan dia. "Yo agar pak satpam tahu, aku sehat dan bisa masuk di kampus". Saya terkejut dia jawab demikian. Lalu bismillah mendekat di pak satpam. Dan akhirnya lolos deh. Di lapangan kampus kita tertawa cekikikan. Karena hal lucu kita lalui.
Lalu menuju kantor beliau. Dan alhamdulillah saya bisa bertemu beliau. Sempat ngobrol kecil. Saya sangat berterimakasih kepada beliau. Saya yang saking senang, saya lupa mengabadikan foto bersama beliau. Sangat disayangkan. Beliau berpesan "semoga manfaat, dan semangat terus dalam menulis".
Cerita di atas menyadarkan saya, bahwa ketika kita mempunyai cita-cita yang tinggi jangan mudah menyerah. Karena seberat apapun rintangannya, pasti Allah akan memberikan jalan yang tidak terduga kepada kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar