Sore tadi tiba-tiba saya ingin mengunjungi almari sederhana yang hampir tidak pernah tersentuh setiap hari. Iya almari sederhana itu adalah tempat singgah buku-buku mulai dari sekolah dasar sampai bangku kuliah.
Memang tak seindah almari biasanya. Namun di almari sederhana itu, menyimpan banyak sejarah dan menyimpan banyak ilmu.
Awalnya hanya ingin mencari kumpulan buku diary yang sudah saya tulis dari sekolah dasar. Karena memang suka menulis di waktu itu. Lumayan banyak buku diary saya. Ternyata hampir tiga puluh buah. Namun, sebagian sudah saya tidak bisa terbaca, dimakan oleh rayap, berakhir dengan di bakar.
Lalu saya menemukan banyak kitab-kitab, waktu nyantren di Jombang. Dan buku-buku di masa kuliah, yang banyak saya beli, ada sebagian hadiah dari guru, dosen bahkan beberapa teman.
Herannya, ada buku itu masih dalam segelan, artinya masih baru dan tentu belum terbaca. Alhamdulillah di setiap buku tertulis tanggal pembelian atau tanggal pemberiannya. Jadi, dengan sedikit mengingat-ingat momen apa buku itu bisa terbeli atau diberikan sebagai hadiah oleh seseorang. Cukup, senang mengolak alik lagi buku-buku yang ada.
Semoga saya bisa membacanya lagi dan menjadi salah satu inspirasi saya dalam menulis.
Hay Diriku Sendiri!
Jangan Lupa Sempatkan Untuk Membaca
Jadikan Buku-buku Itu Menjadi Jendela Dunia dan Inspirasimu Untuk Semangat Menulis
Keep Fighting Filza

Sahe
BalasHapus