Bun
Kau Panggil Dengan Keras
Ditengah Keramaian
Bun
Terdengar
Dengan Jelas Di Telinga
Bun
Bun
Suara Itu Terus Menggelayut
Dia Mencoba Mencari
Panggilan Itu
Dia Langkahkan Kakinya
Dekatkan Badannya
Dengan Senang Sumringah
Terpampang Nyata Di Wajahnya
Karena Sebutan
Bun
Sejenak Aku Yang Mendengar Berfikir
Bun itu Bunda
Namun, Ternyata Bukan
Tak Kuduga Bun
Adalah Bundar
Aku Melongo Terheran-heran
Lalu
Panggilan Ulang Terjadi
Ditengah Keramaian
Bun
Bun
Bundar
Seakan Menyapa Akrab
Dengan Tanpa Dosa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar