Rasanya sangat lama tidak berkumpul. Memang di era pandemi ini,kita sudah tahu hal demikian di kurangi bahkan di larang. Kemudian ada kesempatan berkumpul tapi harus menjaga jarak.
Menjaga jarak inilah yang kadang saya pribadi kurang merasakan chemistry. Bersosialisasi secara jarak jauh dan dekat, tentu sangat berbeda. Yang awalnya saling musafahah atau berjabat tangan dan makan bersama-sama hal itu harus kita hindari terlebih dahulu.
Kita sebagai manusia tidak bisa protes yang berlebihan karena ini sudah atas kehendakNya. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan prosedur kesehatan yang sedemikian rupa diatur.
Mumpung ada waktu luang dan kesempatan, tanpa terencana dengan panjang. Kita bersama adakan "rujakan". Merujak buah bersama teman-teman guru. Dengan niat silaturrohim, menjalin keharmonisan dan kekompakan.
Awalnya tidak direncanakan dengan matang. Hanya kesepakatan-kesepakatan palsu. Karen banyak kesibukan, namun ada celetuk salah satu teman guru "senajan mek sedilut, ayo diusahakan kumpul bersama" (meskipun hanya sebentar, ayo diusahakan).
Alhamdulillah dihari Jumat itu terlaksana. Kita sama sekali tidak iuran, hanya semua bersuara keikhlasan membawanya. Ada yang membawa tahu goreng, bengkoang, semangka, mentimun, minuman saset, ada juga yang membawa seblak pedas.
Wah mantaplah. Untuk tempat, di rumah saya, penyedia lamper (layah) beserta huleknya cabai, dan bumbu lainya.
Rasanya sangat bahagia bisa bercengkrama dan berkumpul bersama. Semoga selalu solid dan kompak, rujakan berikutnya lebih lengkap personilnya.

Pasti mak nyuuus...
BalasHapusNggeh pak, seger-seger manis pedas monggo bergabung pak hehhe
BalasHapus