Minggu, 25 April 2021

Terkilir Lengan Atas



Tidak tahu menahu apa sebabnya. Terjadinya begitu cepat. Ketika musin puasa siang hari mayoritas dari kita pasti tidur siang. Begitu juga denganku.

Entah apa yang salah dari diriku apakah posisiku tidurku atau yang lain. Ketika akan bangun, lengan tangan sebelah kananku terdengar suara "kretek". Masyaallah langsung rasanya lengan tangan langsung kaku. Lengan tidak bisa digerakkan. Siapapun orangnya jika di posisiku hari itu pasti menjerit kesakitan.

Saya pun merasakan demikian. Seisi rumah panik karena mendengar suara tangisanku. Ibuku mengambilkan air panas untuk menyeka. Bapak mengambilkan olesan untuk tulang. Suami di sampingku mencoba menenangkan. Karena saya pucat pasi dan berkeringat dingin dan mata berkunang-kunang. Tangan sebelah kanan tidak bisa digerakkan. Jika tersenggol saja suara "kletek" sakitnya luar biasa. Inilah yang namanya kesleo atau terkilir. 

Lengan kananku memang mempunyai riwayat jatuh dan terkilir ketika dulu SMP latihan badminton. Dan SD pun pernah terkilir juga ketika boncengan sepeda dengan mbak sepupu juga lengan tangan kanan.

Sebelum lamaran pun juga kesleo untuk kesekian kali, gegara mematikan saklar sambil bersin. Lengan tangan kanan pun seperti tidak siap dan kaget. Akhirnya juga terkilir. 

Lucunya ketika mahasiswa praktek olahraga saya masih ingat betul. Olahraga kasti saya melempar bola penuh excited untuk melempar. Tetapi apa yang terjadi, lagi-lagi lengan kananku terkilir. Dan semua temanku awalnya menertawakan karena saya suka acting. Tetapi lama-lama mereka melihat aku kesakitan dan di bopong oleh dosen saya. 

Lalu di antar ke UKM kesehatan, tetapi tidak ada perubahan lalu dibawakan ambulan. Bersama beberapa teman serta dosenku keliling mencari tukang pijet urat atau tukang pijet khusus kesleo. Disepanjang jalan aku terus menangis, karena setiap ada jalan yang tidak rata. Pasti terdengar suara "kletek" dan sakitnya masyallah. 

Lalu kenapa hari ini mesti terulang kembali namanya kesleo. Selama nikah lengan tanganku ini sudah dua kali. Semoga ini yang terakhir. Lalu bagaimana sembuhnya. Dengan di baluri beras kecur, minyak-minyak, terakhir diberi olesan tulang yakni conterpain. Oleh suamiku tetap diantar ke tukang pijet urat untuk ditata ototnya. 

Di sana oleh tukang pijetnya ya tetap dipijet dengan semacam minyak. Rasanya panas. Kalau ditanya sakit ya sakit pol. Tapi tidak terdengar suara "kretek". Alhamdulillah lengan kananku sudah bisa diangkat pelan-pelan, diputar-putar dan digerakkan.

Oleh karena itu kawan, dari cerita di atas, betapa nikmatnya dikaruniai sebuh kesehatan. Harus banyak bersyukur. Gunakan anggota tubuh kita untuk selalu mengukir amalan ibadah yang baik.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...