Kamis, 20 Mei 2021

Bangun Tidur



Di waktu siang hari tentu banyak orang istirahat termasuk saya. Ketika dirasa cukup sekitar pukul 13.30 saya terbangun untuk segera sholat dhuhur. Lalu dengan setengah mata masih berat berjalan ke arah toilet paling belakang. Karena toilet depan akan dipakai oleh Abah.

Bangun tidur tentu saya tidak memakai kaca mata. Tahukan mata saya memang minus. Setelah buka pintu dapur belakang, saya masih tidak jelas melihat itu tongkat cangkul apa sesuatu menyeladang di tengah pintu. Ku putuskan untuk kembali ke kamar mengambil kaca mata. 

Setelah saya buka ternyata yang awalnya aku fikir tongkat cangkul, ternyata bisa jalan dan sudah separuh dari yang awalnya penuh di depan pintu. Kalian pasti kaget, tongkat apa demikian? Iya itu bukan tongkat biasa, itu adalah ular. Ular yang besar berwarna hitam ada batik fi kulitnya.

Sontak saya lemas, dan memanggil abah yang akan masuk kamar mandi. Lalu di eksekusi abah, kata umi ular printing cukup berbahaya dan besar. Kemudian kelanjutan gimana saya merinding meninggalkan tempat lokasi.

Setelahnya sama abah hendak di kubur difikir sudah mati. Tapi ternyata ketika mi di kubur ekor dan badannya masih menolak dan gerak ke atas. Seperti tidak mau di kubur artinya masih hidup. Saya yang di balik kaca jendela teriak sama abah "itu masih hidup bah". 

Lalu sama abah di angkat tanahnya kembali bagian dari kepala di pukul baru mati dan dikubur kembali. 

Betapa lemasnya badan ini  hingga menyadari kalau tongkat cangkul itu ternyata ular. Ya Allah, bangun tidur dengan mata minus dan belum terlalu sadar ternyata itu benar ular

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...