Fenomena yang telah terjadi, wanita dengan segala kesibukannya. Jika ingin berkarir pasti akan banyak resiko yang ia hadapi. Karena wanita atau perempuan merangkap sebagai ibu rumah tangga.
Namun, segala aturan yang berlaku ketika dia sudah memutuskan untuk menjadi wanita karir, segala konsekuensinya harus diterima, dijalani dan diolah. Kenapa harus diolah, wanita atau perempuan harus cerdas, multitalent, multitasking dan multifungsi. Sehingga harus bijaksana mengolah segala yang dilakukannya baik di dala lingkungan keluarga, masyarakat atau tempat kerja dan dimanapun dia berada.
Sedikit sharing saja, saya masih ingat betul dulu pernah mengikuti seminar, pengarahan dari salah seorang manager yang hebat, mengatakan ada sebuah kasus, jika seseorang wanita karir ketika bekerja, sering izin bahkan membuat aturan sendiri dari enam hari kerja dikurangi menjadi empat hari kerja, di hari pilihannya, kemudian dia selalu tidak masuk, ketika kerja karena atas dasar tidak diizinkan keluarga terutama suami, langsung dia sodorkan surat pernyataan yang tertulis langsung diantara dua pilihan keluarga dalam artian suami atau kerja.
Memang terlihat keji, otoriter, dan kejam, awalnya saya sangat tidak setuju, setelah mendengar alasannya ternyata hal demikian itu PENTING. Sebab, jika tidak diberikan hal demikian, yakin dan dapat dipastikan ditempat kerja akan tidak fokus, merepotkan teman yang lain dan tidak maksimal. Lalu di rumah pun akan demikian akan berantakan dan keteteran.
Lalu bagaimana mengatasinya, agar dikatakan sebagai orang yang profesional? Saya juga manusia biasa dan wanita biasa pula dan masih terus belajar, setiap manusia mempunyai tugas dan "PR" masing-masing. Setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk berjalan baik diantaranya keduanya. Beres di rumah alias dengan keluarga fine, di tempat kerja maksimal, dan hasilnya pun bisa dilihat.
1. Komunikasikan matang-matang dengan keluarga, jika ingin menjadi perempuan karir, dengan segala konsekuensinya kalau perlu ada hal-hal yang disepakati dan ditulis ditempel di ruang kerja atau kamar bertandatangan kedua belah pihak
2. Jelaskan sejelas-jelasnya kepada pimpinan dan teman sejawat, agar tidak menimbulkan kecurigaan
3. Terbukalah untuk membangun diri yang lebih berwawasan luas,
4. Jangan seenaknya mengambil keputusan sendiri meski ada pengganti cadangan,
5. Hindari kata "saya masih keluarga pimpinan" sehingga mudah mengancam dan menyepelekan orang
6. Sering-sering komunikasi dan minta saran, nasehat atau evaluasi dari pimpinan atau teman sejawat.
Sekali lagi, menjadi wanita karir itu memang tidak mudah. Menjadi ibu untuk anak-anak sendiri memang tidak mudah. Mempunyai waktu banyak untuk keluarga jika kita sudah komitmen untuk menjadi wanita karir itu memang tidak mudah. Memang wanita itu berlipat-lipat tugas-tugasnya, namun percayalah pahala selalu mengalir deras.
Maka, patut disyukuri dan beruntung sebagai wanita yang berkarir dengan baik, membangun komunikasi baik, menyepakati segala konsekuensinya dengan keluarga. Dan mendapat dukungan penuh oleh keluarga. Sehingga segala urusan berjalan beriringan tanpa harus berat sebelah.
Yuk bisa yuk, profesional
Yuk bisa yuk, menjadi istri solihah, ibu hebat,
Yuk bisa yuk, menjadi wanita karir
Yuk bisa yuk, menjadi manusia yang lebih baik
Yuk bisa yuk, menjadi manusia yang tidak meremehkan dan menyepelekan orang lain

Argumen yang sangat menginspirasi banyak perempuan. Dan yang paling penting dari segala bidang antara ruang dan waktu adalah "komunikasi".
BalasHapusTerimakasih banyak bu shely, mari terus semangata
BalasHapus