Rabu, 04 Agustus 2021

Ketika Kecewa



Manusiawi jika rasa kecewa pasti datang menghampiri. Kecewa akan menjadi amarah jika kita tak mampu untuk menguasainya. Itulah anugerah terindah perasaan manusia.

Kadang suka, bahagia, senang namun air mata kesedihan, kekecewaan saya yakin juga selalu mengiringi. Pintar-pintar bagaimana kita menerima dan menanggapi. Menjadi manusia peka menurut saya merupakan sebuah solusi. Karena kepekaan jika tidak dilatih sejak kecil, akan susah untuk merasakan kepekaannya.

Misal saja, jika kita senang secara otomatis lingkungan sekitar akan merakan energi yang positif, dan itu wajar dan setara. Namun, jika kita kecewa, bagaimana mengolah rasa kecewa tersebut. Susah, memang harus belajar. 

Ikhlas merupakan solusi kedua. Ikhlas merupakan rasa kerelaan menerima rasa kecewa itu sendiri. Jika sudah mampu untuk ikhlas semua beban atas rasa kecewa itu akan reda secara sendirinya.

Yang paling ampuh adalah banyak-banyakin istighfar. Kita tahu kalimat tayyibah ini merupakan permohonan kita kepada Allah untuk meminta ampun atas segala dosa. Biar rasa kecewa itu ada, namun kekecewaan yang kita terima mungkin akan meringankan dosa-dosa kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...