Senin, 16 Agustus 2021

Pojok Baca



Tidak bermaksud untuk membandingkan. Namun hanya berdasarkan pengalaman saja. Bahwa setiap proses harus kita hargai harus kita jalani.

Berproses untuk menjadi lebih baik dalam segala bidang. Salah satunya kualitas diri. Berdasar pengalaman saya yang pernah diberi kesempatan Allah untuk ke luar Negeri yakni negeri Jiran Malaysia, tepatnya di pusat Ibu Kotanya Malaysia yaitu Kuala Lumpur. 

Melihat kelas serta siswanya yang begitu nyaman dan "krasan" atau betah untuk di kelas. Ternyata ada yang sangat menarik di ruang kelas tersebut. Yaitu Pojok Baca, ada sebuah rak yang yang ternyata isinya berbagai buku, majalah, novel anak dan beberapa buku yang menarik.

Lalu, ditambah lagi ketika mengajar di salah satu sekolah dasar Islam Plus di Malang hal demikian juga saya jumpai. Malah diwajibkan sebelum pelajaran di mulai, harus membaca satu halaman. 

Nah, ini sudah lama dan sudah banyak kita jumpai. Iya namanya adalah gerakan literasi. Begitu pentingnya literasi untuk generasi muda kita. Literasi notabennya bukan hanga untuk membaca, namun memahami, mengambil hikmah serta ilmu dari buku yang telah kita baca.

Apakah literasi hanya membaca? Tentu tidak menulis pun juga bagian dari literasi. Kali ini saya mencoba sedikit demi sedikit mengajak anak-anak Madrasah ditempat saya mengabdi, untuk gemar membaca. Dari lingkup kecil dulu yakni di kelas yang saya pegang.

Allhamdulillah saya sangat bersyukur siswa di kelas saya sangat antusias mengikuti kebiasaan baik yang saya bangun. Dulu di kelas V, saya sering mengajak untuk menulis puisi dan masih berlanjut sampai saat ini.

Lalu, kali ini saya mencoba menghidupkan kelas, meski fasilitas tak seperti sekolah luar negeri, minimal nyaman dan anak-anak bisa membangun kebiasaannya baru di kelas yakni dengan menjumpai pojok baca, dan harus membaca.

Mungkin, bagi yang membaca tulisan ini gerakan itu sudah kuno dan sudah lama. Betul sekali, namun saya masih terhitung baru di tempat saya mengabdi, dan madrasah ini pun juga masih usia muda sehingga setidaknya saya mampu memberikan hal positif kepada siswa saya dan bagi mereka ini trobosan baru. 

Sehingga saya mempunyai mimpi besar serta harapan di kelas yang saya pegang selama ini, benar-benar berkualitas baik hafalan Al Qurannya maupun akademisnya, lalu mereka semua bisa melanjutkan disekolah terbaik sesuai dengan yang mereka cita-citakan dan yang paling penting setidaknya kami bersama mempunyai karya bersama selama kurun waktu tiga tahun berjalan bersama,yaitu satu buku. Iya dari kelas empat semester genap saya bersama mereka. 

Semoga Allah selalu memberikan jalan kemudahan untuk mewujudkannya, dan membawa keberkahan bagi semua. Dan saya yakini betul-betul bahwa semua mimpi dan cita-cita kami akan terwujud. Aminn 

Mohon Doa dan supportnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...