Membuat media pembelajaran itu menyenangkan. Kali ini untuk materi penjumlahan tentu mata pelajaran Matematika. Dulu media ini saya buat selain karena tugas kuliah di pasca sarjana juga untuk mematangkan materi penjumlahan di kelas bawah yakni kelas satu.
Awalnya kami semua diwajibkan membaca beberapa jurnal pembelajaran penjumlahan di kelas bawah. Dan menemukan suatu kelemahan sehingga minimal memberikan solusinya.
Pembelajaran penjumlahan di kelas bawah mungkin selama ini hanya dibantu oleh sebuah gambar. Mengingat kelas satu belum bisa di ajak untuk berfikir secara abstrak. Namun, kadang kita sebagai guru lupa bagaimana cara penanaman konsepnya yang tepat. Dan kelas satu sekarang berbeda dengan kelas satu jaman dahulu. Dulu masih dibantu dengan namanya alat bantu seperti "kecrek/ijiran" yang seperti kancing warna warni. Anak sekarang kalau membawa itu saja malu. Padahal itu cukup membantu.
Nah, solusinya bagaimana mengajak anak belajar angka-angka penjumlahan sambil bermain. Permainan ini mungkin tak asing lagi, yakni menggunakan ular tangga. Media belajar yang saya buat ini mungkin masih ada kelemahannya. Tetapi, media ini cukup membantu siswa saya pada waktu itu.
a. Media ini harus dilengkapi soal-soal penjumlahan disesuaikan dengan papan ular tangganya.
b. Lalu terdapat dadu pada umumnya
c. Papan ular tangga saya desain sedemikian rupa, dengan warna-warni menarik, angka sampai 23.
d. Lalu buatlah tim A n tim B. Tim yang menang di undian pertama akan jalan terlebih dahulu. Tentu dengan soal yang ada. Dan dijalankan sebaliknya oleh lawan.
e. Penanaman konsepnya, terpacu pada soal dan aturan jalan pada ular tangganya.
Itulah beberapa langkah dalam memakai media ular tangga matematika. Pembuatan media ini pada tahun 2018 saya masih berdinas di SDN Ketawanggede Kota Malang. Dan dibantu oleh Pak Badi' untuk triplek dan memasang pakunya. Dan desainnya saya desain sendiri lalu saya konsultasikan ke dosen dan beberapa guru pengajar di sekolah serta dari adik saya Rikza dan Irfai dan diedit halus di percetakannya. Alhamdulillah media ini masih bisa digunakan. Semoga terus berinovasi, berkarya dengan kreatif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar