Berkompetisi, atau sering kita artikan sebagai berlomba, untuk bersaing dalam suatu kegiatan. Berkompetisi, atau berlomba sejatinya, untuk mengetahui seberapa kemampuan yang kita miliki dalam suatu bidang tertentu. Kita pun, sudah tidak asing lagi, dalam Al Quran Surah Al Baqarah ayat yang berbunyi
Mempunyai arti yang sangat jelas, bahwa berlomba-lomba dalam kebaikan itu diperbolehkan. Kebaikan apa yang dimaksud, kebaikan artinya tentu hal-hal yang tidak menimbulkan mudharat atau bahaya.
Kebaikan bisa juga kita artikan sebagai hal yang positif, seperti bidang prestasi, seni, olahraga dan masih banyak lagi. Jika sudah berani berkompetisi, maka kita harus berani untuk meningkatkan kualitas diri.
Jangan hanya bermodalkan berani, namun kurang memperhatikan kualitas. Disinilah arti penting sebuah persiapan matang.
Persiapan matang dalam berkompetisi juga harus dibentuk jauh-jauh hari. Seperti bakat yang terus diasah dan berlatih dengan gigih. Jika tanpa keduanya yang matang, tentu hasilnya akan kurang maksimal.
Hasil berkompetisi sudah jelas akan ada yang menang atau juara katakanlah yang terbaik diantara yang baik lainnya. Maka disinilah, poin ke tiga dalam berkompetisi yakni memiliki mental. Mental yang harus dimiliki oleh orang berkompetisi harus juga kuat. Berani berkompetisi, maka harus berani menerima resikonya.
Hasil menang atau kalah seharusnya bukan tujuan utama, namun kita harus dewasa dalam menyikapinya yakni dengan suatu kesempatan yang langka tidak akan datang kedua kalinya. Jika ikhtiar sudah maksimal dan usaha sudah tiada henti, jangan lupa Allah Maha Yang Menentukan.
Kecewa ketika kurang memuaskan dengan hasil yang tak sesuai harapan, sebagai manusia tentu itu wajar. Saya sudah sering mengalaminya, bayangkan saja, dulu ketika pertukaran pelajar ke Jepang di bangku Aliyah, tentu harus bersaing untuk berkompetisi baik akademik dan seni. Sudah kami persiapkan segalanya, dan dibantu para guru bahkan ahlinya. Namun, fakta berkata lain, di tahap ke tiga di Jakarta, saya harus pulang.
Itu pengalaman luar biasa, pada waktu itu seperti tidak menerima, wajar karena manusia dan umur masih di bangku sekolah. Tetapi, hikmahnya sangat besar selain pengalaman yang luar biasa, dan diganti yang sangat luar biasa jika kita terus berusaha.
Mari terus berkompetisi, membangun mental juara yang tahan banting dan tak putus asa.
Salam Semangat Mengukir Prestasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar