Kamis, 25 November 2021

Fenomena Tanggal Lahir




Orang Jawa biasanya dari generasi ke generasi, mereka sangat memegang penuh adat istiadat serta budayanya. Mereka akan mengingat hari kelahiran orang terdekatnya dan dirinya sendiri. Hari kelahiran yang dihitung menurut hari pasaran Jawa. Misalnya Ahad Pon, Senin Wage, Selasa Legi, Rabu Kliwon dan seterusnya.

Selain hari kelahiran, biasanya juga ada hari wafat atau disebut dengan "nas". Hal ini bertujuan selain untuk mengingat, sebagai tanda misalnya untuk selamatan, tasyakuran dan genduri. Inilah salah satu bagian dari suatu budaya, yang harusnya terus kita lestarikan.

Seiring berjalannya waktu dan zaman yang semakin maju, banyak generasi hari ini yang tak hafal hitungan Jawa, bahkan hitungan hari dan masih banyak lagi jenisnya. Sama dengan bulan-bulan Islam atau Hijriah, sebagian kecil dari mereka belum hafal. Generasi hari ini lebih senang mengingat pada sebuah tanggal umum atau masehi saja.

Lalu, yang lebih mengejutkan adalah ketika ada sebuah data yang mengharuskan siswa di kelas untuk mengisi. Ada data nama, alamat, tempat tanggal lahir serta tahun dari orang tua atau walinya dan nomer handphone. Di data nama, alamat, nomer handphone anak-anak masih hafal dan lancar mengisinya dan menuliskan.

Namun, apa yang terjadi, ketika dihadapkan dengan sebuah data tempat, tanggal lahir dan tahun dari orang tua atau walinya dan pendidikan terakhirnya, sebagian besar dari mereka belum hafal bahkan tidak tahu.

Menurut saya hal ini, sebagai guru kita harus sering menghimbau mereka untuk tahu dan hafal. Fungsinya apa? Salah satunya sebagai bentuk mempermudah kita dalam suatu kebutuhan misalnya mengisi data, bentuk penghormatan untuk selalu mengingat misalkan ulang tahun atau tanda lahir, meskipun tidak wajib untuk merayakannya.

Seakan dunia terbalik, mereka tak begitu mengingat tanggal lahir dari orang terdekatnya termasuk orang tuanya, namun mereka sangat hafal tempat tanggal lahir dari idolanya yang dari publik figur. Hm...yang kita tahu publik figur ini bukan yang lokal saja, melainkan yang internasional. Mereka hafal betul nama, tempat tanggal lahir, warna kesukaan, makanan dan minuman favorit dengan sangat mendetail. 

Pertanyaan besar, mengapa kita mengingat dengan detail ulang tahun mereka? Tapi tidak untuk orang tua kita?

2 komentar:

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...