Sabtu, 29 Januari 2022

Bersih, Rapi Dan Wangi




Saya sangat mengagumi sosok guru yang sangat bersih dan rapi. Seakan bajunya tidak pernah terlihat kusut, bahkan terlihat sangat kimpleng, seakan lalat kepleset jika mau menghinggapinya. Bukan karena barang yang di pakai branded dan mahal. Namun, memang beliau yang sangat bersih dan rapi.

Saya merasakan betul ketika menjadi salah satu siswanya. Menjadi motivasi sendiri, ketika berangkat sekolah untuk bertemu beliau, guru yang bersih, rapi dan wanginya yang khas, lalu kelas dan keperluan sekolah yang serba rapi dan lengkap. Sekolah seakan tidak ada kata malas, terus semangat jika memang ada halangan seperti sakit, seakan ketinggalan dan meruginya minta ampun.

Masih teringat sepatu kulit yang berwarna hitam beliau kenakan bisa untuk mengaca jika waktu upacara dan menjadi bahan perbincangan siswa sebab saking bersih dan kinclong. Lalu motornya, dulu motornya masih manual, berbeda dengan sekarang yang mayoritas matik, seakan tidak ada noda dan sudah di pastikan kinclongnya. Beliau juga mengajarkan kepada siswanya untuk selalu menjaga kebersihan terutama kelasnya.

Beliau tidak segan membantu siswanya untuk menyapu merapikan printilan hiasan, pajangan yang ada di kelas. Tidak hanya menginstruksikan tetapi ikut andil menata, merapikan, bahkan tulisan motivasi beliau tulis sendiri menggunakan kaligrafi dengan Bahasa Arab. Beliau menciptakan kelas yang nyaman untuk belajar dan betah berlama-lama. Dan menghidupkan bakat teman-teman di bidang seni baik lukis, menggambar dan yang lainnya. Sehingga tidak hanya akademik yang beliau tekankan.

Beliau berkata apapun jika bersih dan rapi semua akan membuat nyaman. Baik rumah, baju, kelas, buku, apapun keperluan kita. Semua keperluan sekolah harus rapi, tulisan tangan pun harus rapi dan semua jadwal harus tepat, buku harus di sampul dan dituliskan nama lengkap. Artinya kedisiplinan juga beliau terapkan.

Beliau juga selalu sedia tisu kering dan basah, sisir, minyak rambut dan parfum di tasnya. Hal ini, diperlukan, misalnya jika setelah wudhu, sholat dhuha, dan  olahraga perlu untuk ganti baju. Kalau di sekolah pasti disediakan sabun untuk cuci tangan. Bahkan beliau juga tidak segan untuk menyemprotkan parfum kepada siswanya jika beliau merasakan bau tidak sedap dan membuat tidak nyaman.

Mungkin itu secuil kisah bagaimana bersih dan rapi. Semua harus di awali dari diri sendiri, jika orang tua di rumah bersih dan rapi dapat dipastikan putra-putrinya juga demikian. Sama dengan di sekolah jika gurunya bersih, rapi dan wangi maka kelas dan siswanya pun juga akan mengikuti meski tidak semua. Tinggal bagaimana kita mengkampanyekan bahwa kebersihan, kerapian itu penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...