Sajak-sajak yang telah tertulis, saya merasa tidak menarik lagi. Apakah benar atau tidak? Kadang itu yang terlintas di pikiran. Tanpa saya sadari, hal itu mindset yang salah bahkan akan menjerumuskan. Lamba laun jika tidak saya rubah, pasti akan mendorongku untuk tidak menulis bahkan sama sekali enggan menoleh di dunia tulisan.
Sajak yang kubuat tak ada maknanya, mungkin saja bisa terjadi. Sebab tidak ada landasan atau bahkan latar belakangnya. Bisikan itu bisa berasal dari diriku sendiri atau orang lain. Namun, sekali lagi itu hanya bisikan yang salah dan harusnya tak kudengar. Dia seperti angin yang sekedar lewat sekilas.
Benak, bisikan apa lagi yang menjadi penghalang, penghambat menulis. Semua itu akan terkikis jika semua berawal dan berangkat dari niat yang bulat dibarengi dengan praktek yang nyata semua pasti ada jalannya. Mencoba merubah kalimat nethink menjadi motivasi. Misalnya, sajak yang saya tulis pasti ada yang membaca. Sajak yang saya tulis mempunyai cerita dan makna. Tidak semua bisa menulis sajak sepertiku.
Tidak menutup kemungkinan saya pun juga sering malas. Sehingga penting sekali, membangun sebuah kalimat dorongan agar kita terbangun kembali untuk melakukan kebiasaan yang baik ini. Maka, mari terus menulis. Jangan hiraukan lintasan, bisikan bahkan benak yang akan menghalangi untuk menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar