Kamis, 28 April 2022

Berbeda Bukan Berarti Benci



Belajar untuk tidak setuju, dan akhirnya kita setuju untuk tidak setuju, sebab orang yang tidak setuju karena ilmu akan berbeda dengan orang yang tidak setuju karena kebodohan. Outputnya berbeda, orang yang tidak setuju karena ilmu outputnya adalah saling cinta, namun orang yang tidak setuju karena kebodohan maka outputnya adalah saling membenci, cacian makian yang tak henti-henti. Dawuh dari Habib Husein Ja'far.

Sebagai manusia biasa kita sering menafikan sesuatu dengan dalih, merasa paling benar akan pemikiran dan keilmuannya. Padahal kita tahu di atas langit ada langit. 

Seperti pada suatu kesempatan, ada seseorang mengeluarkan pernyataan tentang suatu pembahasan. Sebagai pendengar bukan semata semuanya kita telan dan masukkan begitu saja. Apalagi berurusan dengan sebuah kebiasaan, konsep hidup, prinsip atau pemikiran baru.

Namun jangan terlalu naif, untuk mencari aman. Diam dan masa bodoh dengan segala yang terjadi. Padahal tahu, efek negatif atau akibatnya merasakan. Meskipun tidak sendiri, menanggungnya marilah lebih terbuka mengemukakan pendapat. Sesekali kita mengeluarkan ketidak setujuan kita dengan dasar ilmu. Sebab, orang yang begitu "tuman" menganggap orang lain remeh. Dan saya rasa terlalu egois akan menganggap dirinya paling benar, dan segala pemikirannya seakan harus dianggap betul. Bahkan parahnya jika tidak mengikutinya, seakan hina. Sampai saya heran, kok masih ada Firaun di zaman seperti sekarang. Naudzubillah

Ada beberapa catatan yang penting, jika memang kita tidak setuju dengannya. Utarakan ketidak setujuan dengan dasar ilmu bawakan dengan adab yang baik, bijak hindari sikap emosi. Biasanya orang itu tetap tidak terima, karena mempertahankan pendapatnya atau "ngeyel". Itulah tanda orang yang kurang berilmu.

Oleh karena itu, menjadi manusia berilmu dan berpengalaman itu sangat sangat penting. Banyak membaca buku, menulis. Bersosial, berelasi dengan banyak lapisan masyarakat akan membawa kita banyak belajar. Jangan hanya berani di kandang. Dan jangan "ngeyel" semoga segera sadar.

Salam Semangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...