Minggu, 10 April 2022

Menjadi Petani


Negara kita adalah negara agraris, yang mayoritas rakyatnya sebagai petani. Hidup di daerah yang tanahnya subur tentu cocok untuk bertani. Kalau didaerah dataran tinggi maka cocok untuk menanam seperti sayur mayur mulai dari wortel, selada, bawang pre, bawang merah, bawang putih, kubis, bunga kol, dan beberapa buah. 

Sedangkan di tanah daerah saya cocok untuk menanam padi, jagung, bawang merah, tomat, mentimun, pare, terong, cabe kadang juga ada yang buah melon. Seperti musin dan bulan seperti sekarang ini musim panen padi. Hampir semua orang sibuk panen di sawah. Ada istilah dan tahap tertentu, mulai dari ngerit, herek, bawoni, ngusungi gabah, ngusungi kawul sampai mepe gabah. Semua itu tidak mudah, butuh tenaga ekstra. Apalagi di bulan suci Ramadhan yang kita tahu semua harus menahan lapar, haus. Sedangkan cuaca sekarang panas sekali. Pernahkah kalian membayangkan, betapa kuat dan hebatnya mereka?

Saya saja yang tidak penuh melakukan tahap demi tahap di prosesnya tinggal menunggu ketika jemur gabahnya saja, atau mepe gabah masih sering ngeluh karena panasnya cuaca. Belum lagi, kalau cuaca unprediksi, tiba-tiba hujan kita harus buru-buru dan ekstra cepat untuk mengumpulkan dan menutup gabahnya dengan terpal. 

Oh iya, kalau tidak faham dengan gabah, itu adalah padi yang belum diproses menjadi beras. Biasa diselip atau digiling dulu baru menjadi beras, nah kulitnya namanya katul atau dhedhek bisa buat pakan ayam. Sangat kreatif bukan? Selain itu jerami atau kawul sisa dari tanaman padinya bisa buat pakan ternak seperti sapi. Dari semua bagian tanaman padi bisa dimanfaatkan. 

Oleh sebab itu, kita harus bersyukur yang menjadi petani patut bangga dan bisa menghemat. Namun kadang orang berpendapat bahwa petani itu serba melelahkan, kekurangan atau bahkan yang menjadi petani merasa miskin. Itu mindset yang kurang betul. Jika menjadi petani itu sebenarnya kaya, sebab tidak semua orang mempunyai sawah. Dan kita tahu harga tanah sawah itu tidak murah. Hidup di daerah atau desa pun juga harus percaya diri, jangan malah minder. Sebab di daerah itu masih tersedia lahan yang luas, perlu apapun tanah subur bisa ditanami. 

Itulah kehidupan, kadang kita ingin seperti orang yang lebih dari kita. Misalnya enak ya jadi orang kota, sedangkan orang kota berkata enak ya jadi orang di desa atau daerah. Hanya melihat satu sisi padahal kita tahu hidup itu sebenarnya sama yakni butuh perjuangan dan berusaha. Jadi, tetaplah bersyukur dengan segala keadaanmu sekarang. Keep fighting.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...