Jika bahagia sederhana, maka menyederhanakan kebahagiaan juga di perlukan. Banyak dari kita yang mendefinisikan bahagia dengan ukuran materi yang bisa dilihat orang banyak. Padahal bahagia tidak melulu dengan harta.
Menyederhanakan kebahagiaan menurut saya penting, sebab hal ini bisa memupuk rasa syukur yang lebih dalam. Selain itu, menyederhanakan kebahagian jika mendapatkan sekecil kenikmatan itu akan terasa lebih berlipat dan berlimpah. Artinya, menyederhanakan kebahagiaan itu lahir bukan dari orang lain, melainkan dari diri sendiri.
Jika standart kebahagiaan yang kamu ambil dari salah satu tokoh misalnya, itu belum tentu pas dengan keadaan dirimu. Sehingga perlu sekali kita, kalau bahasa Jawa "graito" meraba diri sendiri. Sebenarnya kebahagiaan yang kita inginkan seperti apa. Sudahkah kita bahagia? Dan sudahkah sesuai kebahagiaan yang kita peroleh hari ini? Lalu untuk apa kita bahagia?
Pertanyaan sederhana seperti itulah, harusnya kita tanyakan pada diri sendiri. Agar kita terhindar dari rasa begah, iri, heran dan pusing dengan segala keglamoran kehidupan orang lain, yang terus menerus di tunjukkan diberbagai laman media sosial. Maka sekali lagi sederhanakan kebagian yang kamu miliki mulai hari ini.
Perlu diingat juga, semua itu akan kembali ke hak masing-masing orang. Melabelkan "kebahagian" dengan keinginannya tidak ada yang melarang.
So,,,, keep fighting
And Always Berjuang
Tidak ada manusia succes, jika hanya bisa bersuara dan berpangku tangan, so please study hard and don't forget to pray (usaha dan ikhtiar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar