Senin, 27 Juni 2022

Liburan, Edit Tulisan



Kali ini saya ada di tahap editing sebuah karya sendiri. Ternyata ditahap menulis itu lebih mudah jika dibandingkan dengan editing. Dua hari penuh saya mengedit tulisanku sendiri, ternyata cukup membuat pusing. Apalagi menemukan tulisan saya ketika masih awal-awal menulis, ada benak menertawakan diri sendiri dan berkata "iki piye to maksudku" "iki kok ngene sih" dan masih ada yang lainnya. Maka sangat perlu dan penting tahap editing ini.

Kemarin seharian hampir tiga puluh judul, yang satu persatu harus saya baca. Meneliti dengan sejeli mungkin, mulai dari tanda baca, kelengkapan huruf, ketepatan kalimat pada satu paragraf, keselarasan antar paragraf benar-benar bukan perkara mudah. Belum lagi jika ada referensi atau kutipan yang diambil dari buku lain. Di atur sedemikian rupa agar tulisan tetap tepat dan elegan. Mungkin njlimet, bikin pegel badan jika dilakukan tanpa niat yang baik dan ketulusan hati.

Editing pada suatu tulisan tidak cukup satu atau dua kali. Dan memang sebaiknya editing dilakukan oleh orang lain yang lebih ahli, dalam artian tidak kita sendiri yang mengedit. Artinya perlu bantuan orang lain, sebab mungkin kita sebagai penulis faham akan maksud dari tulisan kita, namun belum tentu orang lain membaca. Itulah mengapa penulis itu benar-benar harus melakukan tahap editing sebelum masuk kepada penerbit dan percetakan.

Ada baiknya kita konsultasi kepada dosen, guru atau orang yang lebih expert dibidang tulis menulis. Mungkin kita juga bisa memohon kepada beliau untuk memberikan secarik paragraf untuk opini dari draf tulisan kita. Hal ini kita lakukan agar menghasilkan karya yang terbaik. Tidak usah jauh-jauh contohnya, sama ketika masih di bangku mahasiswa kita ke sana ke mari untuk konsultasi dan memvalidasi tulisan kita. Ketika mau menghasilkan buku pun juga harusnya demikian, untuk meminimalisir sebuah kesalahan.

Kemudian, tata letak penulisan, font, size, ukuran kertas, layout memang, biasanya dibantu oleh penerbitnya. Namun, sebagai penulis atau pemilik karya, kita sangat boleh memberikan konsep, yang nantinya akan menjadi buku terbaik versi kita dan dapat di terima di masyarakat luar.

Awal-awal hal ini sangat awam namun semakin ke sini, saya banyak memperoleh ilmu serta pengalaman. Yang perlu digaris bawahi bahwa melahirkan sebuah karya seperti buku tidak bisa instan, melalui proses yang tentu tidak singkat dan tidak mudah apalagi bagi yang tidak berniat sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, apapun bentuk, judul dan isinya setiap karya pasti sudah diperhitungkan dengan matang dan banyak melalui editing yang panjang. Sehingga, tetap semangat editingnya, jangan cepat puas dan mari terus melahirkan karya.

Salam Semangat Literasi

2 komentar:

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...