Ayo, Filza Bisa Menerbitkan Buku Lagi
Meskipun masih dalam proses, ketika mendapat dukungan, semangat serta motivasi apalagi dari orang yang sangat tahu kita, orang yang sangat sayang kepada kita rasanya sangat membahagiakan for specially my husband. Saya pun sangat berterima kasih dan sangat bersyukur mendapatkannya.
Menurut sebagian kawan, yang belum mengetahui dunia literasi menulis, hal tersebut terlihat sederhana. Hemm, asal anda semua tahu saja. Menulis itu proses. Di dalam proses menulis juga butuh perjuangan. Perjuangan juga butuh waktu. Meskipun hanya dukungan moril itu sangat berarti, kawan.
Cita-cita menjadi apapun itu hak masing-masing orang. Kita tidak boleh memaksakan, atau bahkan membully, mengomentari dengan keburukan. Begitu juga dengan harapan serta doa-doa yang setiap kali kita panjatkan kepadaNya. Optimisme harus kita tanamkan, bahwa kita bisa dan mampu mewujudkan cita-cita tersebut tentunya dibarengi dengan suatu usaha yang maksimal.
Semoga menjadi agenda rutin, setiap tahun bisa menerbitkan buku. Kembali lagi, modal menjadi buku, juga harus rajin menulis. Di luar sana, jika ada yang masih mengaggap
"biasa aja, tentang menulis"
"ngono ae seneng"
"aku yo iso lak mek nulis" .
Ayo, mbake, mase, sedaya mawon sareng-sareng dibuktikan, dengan segera mari mulai menulis.
Banyak tulisan saya yang sebelum-sebelumnya menjelaskan, tujuan saya menulis. Banyak juga diantara kita yang bisa membuktikan dari hobbynya bisa mengahasilkan cuan. Ketika menulis dan menjadi buku hal tersebut sebenarnya bukan tujuan utamanya. Namun, bagaimana kita bisa berkontribusi dengan nama kita sendiri untuk mengukir prestasi dan menjadi orang yang lebih bermanfaat, itulah tujuan mulianya. Jika toh ada materi itu adalah bonus.
Perlu diingat, bahwa prestasi bukan berarti harus berupa uang. Namun, uang bisa kita dapatkan karena prestasi.
Salam Semangat Berprestasi

Tetap semangat
BalasHapusNggeh pak, terima kasih
BalasHapus