PMK, penyakit mulut dan kuku pada hewan, yang sekarang sudah mulai merambah di daerah. Di beberapa desa di Kabupaten Tulungagung juga sudah mulai banyak dan sangat cepat penyebarannya. PMK menyerang umunya hewan ternak mamalia seperti sapi dan kambing.
Dampaknya banyak pasar hewan yang terpaksa tutup. Lalu banyak peternak yang kehilangan hewan peliharaannya, hal ini sangat memprihatinkan. Kebetulan ada saudara, yang berprofesi sebagai mantri sapi, dia menjelaskan PMK itu sangat cepat penyebarannya, kalau PKM tidak bisa menular kepada manusia namun, jika ada orang dari kandang sapi atau kambing yang terkena PMK, jangan sampai berkunjung ke kandang yang masih sehat. Baiknya, dihindari untuk berkunjung ke kandang satu ke kandang yang lain. Hal ini ditakutkan ada bakteri atau virus yang menempel di baju, lalu dengan cepat berpindah ke hewan yang masib sehat.
Ada beberapa ciri jika hewan dikatakan PMK, kuki pada hewan ada darah seperti bercak luka-luka, lalu berlendir pada mulut, tidak berselera makan, hal ini disebabkan dalam mulut hewan tersebut bersariawan, kemudian ada yang diare, lemas, kemudian "njerum" atau tidak kuat berdiri. Jika demikian, pemilik ternak harusnya cepat-cepat menghubungi mantri hewan untuk tindakan yang lebih lanjut. Banyak peternak berkata bahwa PMK ini hampir seperti covid 19 yang menyerang manusia. Kemudian kenapa harus ada PMK, menjelang Hari Raya Qurban.
Terlepas dari banyaknya pertanyaan dalam hati, memang ini takdir Allah mungkin ujian bagi orang yang sebagai peternak. Kalau dulu, covid 19 ibadah haji sempat tertunda lalu ini di menjelang Hari Raya Qurban harus ada PMK. Umat muslim mungkin banyak yang akan melaksanakan qurban, namun keberadaan hewan dibatasi dengan alasan kesehatan hewan karena PMK itu sendiri. Kita, harus bijak dengan qonaah dengan berbagai ikhtiar dan tawakal kepadaNya.
PMK sebetulnya bisa dicegah dengan mengutamakan kebersihan kandang, minimal si hewan dimandikan sehari sekali di pagi hari, lalu pakan yang sehat, dengan adanya PMK ini, ada tambahan vitamin, bisa dari jamu tradisional lalu ditambah air gula merah, dan jangan lupa sering di semprot kandang dan bagian mulu atau kakinya dengan cairan sitrun. Satu saset sitrun, dicampur dengan air kurang lebih 2,5 liter. Ilmu ini juga, saya dapatkan dari saudara yang berprofesi mantri tersebut.
Di desa saya, banyak sekali peternak sapi dan kambing. Semua berharap hewan ternaknya sehat dan aman seperti sebelum-sebelumnya dan wabah PMK ini cepat hilang. Saya juga sangat ikut sedih dan prihatin jika ada tetangga yang harus kehilangan ternaknya, padahal sebagian mereka, mempunyai rencana atau planning bahwa hewan ternak juga sebagai investasi serta tabungan yang intinya bisa dijual ketika bulan-bulan seperti ini, namun apa daya dia harus kehilangan.
Semoga PMK cepat berakhir, perekonomian peternak mamalia bisa kembali normal. Dan kita umat muslim bisa melaksanakan ibadah Qurban dengan kelancaran tanpa terkendala dan banyak berbagi kebaikan kepada sesama. Ingat jaga kesehatan hewan kita dengan menjaga kebersihan kandang, pakan yang sehat dan jangan lupa berikan vitamin untuk hewan ternak kita.
Salam Semangat

Di daerah Ngantru nggih sami. Mudah"an segera ada solusi melalui vaksin hewan ternak. Selain niku, kedisiplinan menjaga kebersihan kandang juga harus diupayakan.
BalasHapusBetul sekali pak Alfin,,,
BalasHapus