Judul ini muncul dari komentar guru sekaligus dosen saya, pakar Literasi beliau Bapak Prof Naim, di salah satu tulisan saya tentang keberkahan. Saya pun sangat setuju dengan opini tersebut. Dan kali ini saya pun akan menjelaskannya di versi saya. Tentu, dengan pengalaman yang sudah saya alami.
Menulis bagi saya merupakan bentuk luapan berbagi dalam beragam hal dan berbagai aspek. Baik aspek kehidupan, atau pengalaman dan teori yang telah di dapat dan tentu bernilai positif. Selain itu menulis, akan memberikan manfaat besar bagi penulis maupun pembacanya. Sekalipun yang membaca hanya satu dua orang, bagi saya tidak masalah.
Menulis juga akan memberikan peningkatan terhadap banyaknya pengalaman serta kemauan belajar yang akan semakin tinggi. Berkah dalam menulis tidak harus bernilai uang. Uang atau keuntungan itu, hanya bonus semata. Artinya menulis akan membawa berkah kepada banyak sisi tidak hanya materi.
Selanjutnya, menulis akan membawa kita kepada lingkungan yang akan selalu hidup di dunia pengetahuan. Bukan akademis saja, melainkan potret dan praktek kehidupan akan selalu memberikan hikmah. Dan tentu saja itu akan dicurahkan dalam jejeran kata serta kalimat. Menulis juga akan membawa kita pada hubungan baik terhadap berbagai aspek sosial. Hubungan baik dalam artian, di mana pun dia berada akan selalu bersosial dengan baik, bukan pansos tapi kecenderungan untuk sharing akan keilmuan yang tinggi.
Menulis bagi saya juga akan membawa pada sikap yang lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan lebih mengontrol diri. Curahan hati luapan kekecewaan kadang tidak bisa dibendung, namun ternyata ketika akan di tulis malah memberikan suatu larikan kata dan menjadi kalimat yang indah, sehingga rasa itu bisa tersamarkan. Sentuhan halus dalam pemilihan kata, benar mencerminkan nuasa hati dan berharap ketika berkata pun akan demikian.
Menulis akan membangun tali silaturrohim persaudaraan. Tulisan jika di baca satu orang, kemudian diceritakan kepada teman lain, mungkin dia tidak mengenal secara langsung. Namun, jika melalui tulisan, bisa jadi dibantu oleh teman untuk sekedar komunikasi secara virtual atau bahkan secara langsung. Dan jika ada pertemuan tersebut, melahirkan suatu kerja sama atau ide baru maka berkah dan indah betul makna dari menulis. Oleh sebab itu, yang sudah menulis terus saja lanjutkan menulisnya. Jangan pernah lelah, jangan patah arah ketika ada komentar yang tidak dihendaki. Mungkin yang belum dan sama sekali tidak menulis, tapi menganggap menulis itu hal mudah, ayo praktekkan langsung jangan hanya wacana.
Sekali lagi menulis itu juga sarana mencari berkah. Terima kasih Bapak Prof. Naim atas bimbingannya. Alhamdulillah kami membuktikkan dengan berjalanya waktu. Dan terus meyakininya akan membawa keberkahan serta kesuksesan jika terus dilakukan dengan keistiqomahan.
Salam Literasi
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar