Sabtu, 30 Juli 2022

Part 1 Menghadiri Ujian Terbuka Promosi Doktor


Sebuah kehormatan bagi kami untuk menghadiri undangan dari kawan yang melaksanakan Ujian Terbuka Promosi Doktor. Beliau adalah Dr. Ahmad Fahrudin, M.Pd sebetulnya saya kenal beliau dari suami, karena berteman sejak lama lebih tepatkanya kakak kelasnya. Kemudian dengan takdir Allah, beliau mendapatkan istri dari adik dosen saya ketika di UIN Maliki Malang, biasa di panggil Mbak Uzi, tidak lain adik dari Bapak Dr. Fahim Toroba. Lalu saya  belajar menulis dan sedang mendalami di dunia literasi, bertemu Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim, ternyata Mas Fah, sapaanku, beliau satu kator dengan Prof Naim di LP2M UIN SATU. Ternyata dunia itu sempit. Begitulah saya mengenal Mas Fah.

Ketika mendapat undangan tersebut, saya dan suami sangat excited sehingga berfikir ini harus datang. Tujuanya tidak hanya untuk mengapresiasi perjuangan beliau, namun sebagai silaturrohim dengan para guru besar, dan utamanya untuk memotivasi kami agar bisa seperti beliau. Melanjutkan sekolah lagi dan tentunya ini pengalamam pertama dan yang luar biasa bertemu dengan para akademisi di lingkungan khususnya Pasca Sarjana UIN SATU Tulungagung. Jika di UIN Maliki Malang, mungkin saya sudah biasa, tahu alur dan lokasi. Nah, ini sedikit berbeda, pertama kalinya di Pasca Sarjana UIN SATU Tulungagung mulai dari di masjidnya, lalu menuju auditorium pasca lantai lima. Masuk dan naik liftnya dimana, sebab lantai satu masih terlihat berantakan belum finishing untuk pembangunannya  untungnya kami dibantu Mbak-mbak staf pasca untuk menuju tempat ujian tersebut. Ketika naik menuju lantai lima, lift berhenti di lantai tiga, ternyata Mas Fah yang masuk, kami bertemu disitu.

Sampai di lantai lima, kami mengisi daftar hadir, dan masuk auditorium lantai lima pasca sarjana, hawa akademisi dan berasa orang yang berada diruangan tersebut adalah orang-orang penting dan sangat luar biasa. Kami disambut dengan lagu-lagu dan masih cek sounds. Alhamdulillah kami bertemu dengan istri beliau Mbak Uzi, yang juga dosen di UIN SATU, ngobrol dan bercerita. Sebelum ujian terbuka ada ujian tertutupnya. 

Tamu undangan mulai berdatangan, kami diutus mengisi kursi depan yang masih kosong, lalu ada keluarga dari Mas Fah dan keluarga Mbak Uzi dari Nganjuk, kemudian ada Bapak Fahim, dosen saya dari UIN Maliki Malang. Alhamdulillah bertemu dikesempatan berharga ini. Lalu banyak teman dari Promovendus dari Pondok Panggung, Darul Hikmah, MHM Ngunut dan LP2M. Sebelum ujian dan penguji hadir, dibuka acara tersebut dan semua dimohon berdiri untuk menyambut para guru besar.


Go to Part 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...