Launching dan Penyerahan Surat Keputusan atas resminya pendirian Sekolah Tinggi Islam K.H Muhammad Ali Shodiq hari ini berjalan dengan lancar. Selebrasi dan seremonialnya memang terkesan sederhana namun sangat hikmat. Banyaknya papan ucapan selamat dari berbagai pihak, membuat rasa bangga menyelimuti.
Acara dimeriahkan dari santri-santri dan ditata sedemikian rupa dengan konsep yang sangat indah. Mulai dari para santri berjejer di pintu gerbang utama pesantren untuk menyambut dan mengiringi para Profesor, tokoh dan tamu undangan. Lalu tim angklung dari SMP Islam Sunan Gunung Jati dan juga tim Sholawatnya yang terletak di bagian utara sisi panggung utama.
Alhamdulillah semua undangan hadir dan memenuhi semua kursi yang telah disiapkan. Di urutan kursi depan, yakni para tokoh dan tamu undangan utama. Ada Kepala Madrasah Aliyah, pengawas PPAI, tokoh NU, Fatayat Muslimat Tulungagung, Korsmil, Polsek, dan para Bu Nyai serta Ning. Lalu disusul para Ibu dosen, para guru di naungan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ngunut dan ada calon maha santri atau calon mahasiswa baik putra maupun putri dengan larik deret terpisah. Estu nderek bingah.
Acara diawali dengan sholawat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Subanul Wathon, pembacaan ayat suci Al Quran, beberapa sambutan dan doa sebagai penutup. Sambutan pertama dari beliau Ketua Pengasuh PPHM yakni Abah Yai Ibnu. Beliau memberikan sejarah perjalanan berdirinya pondok pesantren Buya K.H Muhammad Ali Shodiq sampai berdirinya sekolah formal hingga perguruan tinggi yang akan diresmikan serta penyerahan amanah secara resmi kepada Ketua STAI MAS yakni Abah Yai Rouf.
Kemudian dilanjutkan sambutan kedua dari perwakilan Pak Bupati, yang disampaikan oleh Bapak Dr. H. Sukarji, M.Pd.I beliau membacakan isi sambutan dari Bapak Bupati Tulungagung yang berhalangan hadir karena undangan dari Ibu Gubernur Jatim. Inti dari isi sambutan yakni, tetap menjaga protokol kesehatan dengan memperhatikan gizi serta makanan yang dikonsumsi lalu beliau menyambut dengan baik atas didirikan STAI MAS dan banyak harapan, semoga bisa menjadi pelengkap perguruan tinggi di Tulungagung.
Sambutan ke tiga yakni dari Prof. Amin Suyitno, M.Ag selaku Direktur PTKI Kemenag RI. Dalam sambutannya beliau memberikan pengarahan umum setelah diresmikan, tidak boleh lengah dan santai atau larut dalam euforia acara ini. Lanjutkan dengan kerja dan mempersiapkan langkah selanjutnya. Bahkan berlarilah untuk mengejar STAI, IAI maupun UIN yang di luar sana. Beliau juga memaparkan berdirinya perguruan tinggi di kalangan pesantren itu harus ada landasan yang kuat dan bukti kerja keras yang nyata.
Zaman dulu, pondok pesantren melahirkan santri yang banyak ahli di bidang fiqih, tafsir, nahwu atau lainnya namun, belum ada karya. Sehingga adanya perguruan tinggi di kalangan pesantren akan memberikan wadah yang banyak berupa research, publishing, referensi yang lebih kuat di kitab-kitabnya sehingga melahirkan generasi yang lebih bertalenta, unggul dan profesional.
Kemudian para jajaran pimpinan, pengelola, dosen juga demikian. Talenta profesionalitas harus diimbangi dengan panggilan hati dan panggilan jiwa. Yang artinya panggilan jiwa para dosen dan pengelola, haruslah baik, sehingga bekerja dengan panggilan jiwa sepenuhnya, hingga pada titik panggilan jiwa tersebut, lebih penting dari diri kita sendiri.
Kurang lebih isi dari pesan beliau demikian. Kemudian dilanjutkan penandatanganan prasasti dan penyerahan SK diiringi dengan sholawat. Para Bu Nyai dan termasuk kawan-kawan dosen lainnya ikut terharu dengan menangis. Akhirnya yang diimpikan Almaghfurlah Buya Yai Muhammad Ali Shodiq, kini terwujud. Semua teringat dawuh-dawuh dan cita-cita beliau. Jujur nangis tersedu-sedu. Lalu tinggal bagaimana kami menentukan dan melangkah selanjutnya. Oleh karena itu, mohon doa pangestu sedaya pembaca.
Semoga STAI MAS kedepannya diberikan kelancaran, berkembang terus hingga menjadi perguruan tinggi yang besar, maju, manfaat, barokah, dan selalu dipercaya masyarakat, Amin. Kami bangga dengan STAI MAS.



Alhamdulillah. Ikut bahagia dan terharu
BalasHapusTerima kasih pak, pangestunipun, kalau dalem ada kesulitan, boleh nggeh pak konsultasi?
BalasHapus