Jumat, 05 Agustus 2022

Jangan Sandiwara


Rasanya siapapun tidak bisa memaksakan orang lain untuk selalu menerima keberadaan seseorang. Setiap manusia apapun yang dilakukan, pasti ada yang setuju dan tidak. Yang menjadi pendorong adalah kekuatan yang kita miliki. Kekuatan untuk bertahan, menjadi diri sendiri.

Persoalan sampai kepada permasalahan tergantung, bagaimana kebijakan kita ambil kita sikapi. Kehidupan jika tanpa masalah kok sepertinya tidak asyik. Namun, lagi-lagi level permasalahan setiap orang tidak sama. Sehingga jangan membandingkan kehidupanmu dengan orang lain.

Sepertinya mengeluh dan berharap kepada manusia ujungnya akan kecewa. Sehingga pegangan utama tetap Allah dan teman curhat hanyalah dalam doa dan sujud kita. Orang yang tahu seluk beluk kita dari A sampai Z hanyalah orang tua dan orang yang paling menyayangi atau pasangan kita seperti halnya suami atau istri.

Benar pun akan tetap kurang benar bagi orang yang tidak suka kepada kita. Salah apalagi, seakan mereka bahagia dan senang melihat kita jatuh dan sengsara. Tenang, Allah tidak tidur kawan. Dibalik itu semua kita tetap harus berusaha berprasangka baik. Cukup diamkan saja, kita tidak boleh berhenti berjalan untuk mengukir prestasi ketika menemukan hal seperti itu.

Jadilah diri sendiri tak perlu sandiwara, sibuk membangun image. Optimis harus kita bangun, tak usah pedulikan opini orang jika tujuannya hanya menjatuhkan. Pupuk terus keberanian untuk bersuara jika itu memang ada hal yang tidak tepat sehingga membawa kepada kemadhorotan dan kebatilan. Jangan hanya sibuk menjadi komentator kehidupan orang lain.

Salam Semangat Kawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...