Senin, 15 Agustus 2022

"Jejakku Menulis" Buku Solo Ketiga



Alhamdulillah, syukur tiada henti. Buku solo ketiga akhirnya terbit juga. Memang ini buku solo yang ketiga namun, buku ini merupakan buku kedelapan yang sudah pernah kami tulis dan terbitkan. Berjudul "Jejakku Menulis" yang isinya kurang lebih dua ratus enam puluh tujuh halaman. Buku solo ketiga ini bertajuk perjalanan atau sejarah bagaimana kami mengawali dunia menulis. Tentunya kami tidak sendiri, bisa dikatakan berhasil menulis juga berkat dan peran serta doa dukungan dosen, guru-guru, keluarga dan kawan yang tidak bisa sebut satu persatu.

Haru bahagia, sebab ditengah-tengah buku ini terbit, kami masih dengan kegiatan, agenda yang sangat padat dan banyak. Selain itu, ketika ada informasi buku ini berhasil terbit, tepat kami di kondisi yang kurang sehat alias sakit. Yang lebih indah lagi, lahir di bulan detik-detik tanggal Kemerdekaan. Lalu sehari setelah diresmikannya kampus STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Ngunut, Tulungagung.

Bukan niat untuk berlebihan, sebab buku ini sudah hampir dua bulan ditahap editing dan layouting. Baik dari kami sebagai penulis, lalu di penerbit. Intinya perjalananya tidak instan. Di buku ini, mungkin sebatas cerita perjalanan atau jejak kami sebagai penulis. Namun, besar harapan kami, buku ini memberikan manfaat bagi pembacanya.

Di buku ini juga dilengkapi dengan tanggal dan foto atau dokumen sebagai bukti sejarah, perjalanan kami menulis. Motivasinya sama seperti di buku sebelum-sebelumnya yakni dari dawuhnya,  beliau dosen kami semua, pakar Literasi Bapak Prof. Ngainun Naim, M.HI dari UIN SATU "Istiqomah akan membawa kepada keberkahan dan menulis itu berkah selain itu penulis akan disebut penulis jika dia menulis, sehingga terus saja praktekkan menulis, jangan hanya sebatas pikiran dan benak, tuangkan saja dalam tulisan". Kami, pun meyakini hal tersebut dengan kuat dan melakukannya. Alhamdulillah, semoga bisa terus menulis dan melahirkan karya selanjutnya yang lebih baik. 

Terima kasih kepada semuanya. Mari terus berliterasi jangan lelah untuk berprestasi dan melahirkan karya, yang bisa bermanfaat dan abadi.

4 komentar:

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...