Rabu, 24 Agustus 2022

Perlu Patah Semangat Atau Tidak?


Bukan cibiran yang dinanti untuk sebuah capaian apalagi untuk kesempatan dan prestasi. Yang diharapkan adalah apresiasi yang harusnya terlontar. Masih heran saja, mengapa masih ada orang di muka bumi seperti itu. Lalu, memandang semua hal dengan tolok ukur dirinya dan mengaggap semua tidak penting. Mungkin, manusia seperti itu sebagai penyeimbang isi bumi.

Bijaksana akan muncul mana kala, seorang dihadapkan dengan berbagai masalah dan dihadapi dengan mandiri dan tentunya dengan memikirkan segala resiko yang akan dihadapi. Jika ada masalah sedikit saja, dan masalah kecil, sudah mencari sandaran atau perlindungan kepada orang lain, namanya bukan dewasa dan mandiri. Lebih tepatnya, mentalnya sangat cemen. 

Memang, hak setiap orang untuk berkomentar dan berpendapat tentang semua yang telah kita lakukan. Namun, apakah wajar jika, mereka mengorek dapur orang lain? Dan beropini seenak jidad mereka? Dan perlukah mendengarkan opini yang tidak penting tersebut?

Lalu, pantas kah keberadaan orang tersebut akan membuat patah semangat? Jawabannya pun bervariatif, ada yang menjawab tentu saja, ada yang pasti, ada yang jawabnya "ndelok-ndelok", bahkan ada yang tidak akan berpengaruh. Kalau dalam suatu komunitas bahkan organisasi atau lembaga ada model manusia seperti itu, solusi yang tepat adalah pura-pura tidak mendengar dan hindari saja. Rasanya jika bertemu atau terlihat wajahnya, sudah membuat malas. Sebab, segala yang terlontar jika bertemu, isinya racun kalau bahasa milenialnya, toxic.

Apa hikmah dari uraian di atas. Kadang sebagi manusia kita sangat perlu pura-pura tidak mendengar segala omongan yang hanya bergaung di udara. Toh, itu akan berlalu dengan angin. Lalu jalan terus saja, menjadi diri sendiri tentunya dengan segala hal yang kita lakukan. Jangan risau, hawatir dan sedih, jika apa-apa keputusan dan apa yang kamu lakukan untuk dirimu selagi tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku tetap saja semangat dan jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...