Selasa, 09 Agustus 2022

Seandainya Tidak Serius


Ingin sebenarnya, kerja tidak serius, seenaknya sendiri tanpa terbebani. Sering kali hati saya muncul pertanyaan demikian. Seandainya bisa, sudah dari kemarin akan saya lakukan, namun kenyataannya berbeda. Bukan tujuan untuk riya', sesungguhnya jika tidak serius dan tidak sungguh-sungguh saya sangat bisa dan itu mudah sekali, dan itu bagi siapa saja sepertinya juga mudah. Ibarat hanya pulang dan pergi begitu saja, tanpa evaluasi dan pembenahan yang berarti.

Bekerja tanpa harus berpikir pusing. Serius, sungguh-sungguh serta santai akan berbeda makna tergantung yang menjalani. Kalau definisi kerja santai, menurut saya, apa yang di depan mata dilakukan saja. Namun, sangat perlu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman. Sebelum pembahasan yang dalam, perlu diingat apapun kerjaan kita akan tetap mempunyai resiko. Dan apapun profesi yang kita pilih nantinya juga akan memiliki resiko.

Tidak serius akan muncul dan dimulai dari hati. Di hati ada niat, lalu diterjemahkan di dalam otak, setelah itu akan dilahirkan dalam bentuk sikap dan perilaku. Jika orientasi dalam kegiatan hanya uang, bagaimana dengan bentuk ibadah kita. Yang orientasinya akan kita petik di akhirat kelak.

Keputusan dalam bekerja dan profesi yang kita ambil, hendaknya sudah kita pikirkan dengan matang jauh sebelum kita mengambil pekerjaan tersebut. Memang, hati manusia sering berubah-ubah. Kelabilan hati harus kita hindari dengan tekadnya niat. Tidak perlu gusar dengan omongan orang, apapun pekerjaan yang kita ambil, selagi itu halal, benar dan terbaik bagi kita.

Saya jadi teringat kalimat teman "matre itu perlu, tapi lihat-lihat dulu, dengan siapa matre itu". Kalau tidak terlalu berkontribusi dan berdedikasi untuk pekerjaan haruskan dan pantaskah matre? Itulah pertanyaan teman, ketika ngobrol bahasan ngalor ngidul kehidupan.

Jika tidak serius, pertanyakan kepada diri sendiri? Mengapa dan bagaimana solusinya. Jangan biarkan diri kita terlena dengan ketidak seriusan, yang akhirnya merugikan diri sendiri dan merepotkan orang lain.

Salam semangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...