Selasa, 24 Januari 2023

JATIM PARK 2

 



Bersama guru genius dan guru ngaji di naungan Yatim Mandiri Tulungagung, mengadakan rihlah ke Malang Jatim Park 2. Kami berangkat pagi hari bersama dua puluh lima orang. Tentu saja, menggunakan bus mini. Dari rombongan hanya lima laki-laki diantara ada Pak Alwi, suami Bu Tia, Pak sopir, Pak Kernet dan Tristan, putra pertama Bu Ulvi.

Allhadmulillah, perjalanan lancar sepanjang jalan menuju Malang di benak saya hanya satu “mengenang perjalanan saya dulu”. Ternyata betul, jalan yang dilewati bus memang jalur yang selalu saya lewati, Cuma tidak melewati Bendungan Lahor. Rombongan singgah di Pom Selorejo untuk sarapan bersama nasi kotak yang sudah disiapkan.

Beberapa teman sudah tertidur pulas, tapi saya belum bisa tertidur sebab sangat menikmati pemandangan dan ramainya lalu lintas, artinya saya sangat menikmati perjalanan kali ini. Mulai masuk pangkalan bus biasanya sebutan daerah Kacuk, lalu masuk kota melewati kampus ternama UM, UB lalu arah ke Dinoyo. Melewati kampus almamater UIN Maliki Malang, lumayan padat dan macet untuk arah Dinoyo.

Banyak gedung-gedung yang sudah direnovasi mulai dari ruko-ruko sekitar UIN Malang. Semakin indah semakin maju Malang ini. Lalu dari pertigaan Dinoyo langsung ambil arah ke kiri menuju Batu. Melewati kampus Unisma, UMM dan kampus dua Pasca Sarjana UIN Malang lalu Jatim Park 3 yang semakin megah.

Setelah itu, sampai ke Jatim Park 2, pesan tiket dan pengambilan foto terlebih dahulu, sebab teman-teman takut sudah luntur make upnya. Lalu pesan tiket satu orang tiketnya Rp. 160.000,00 sekalian di Eco Green. Tujuan pertama langsung ke Eco Green, sambil foto bersama terus jalan menikmati hewan-hewan yang ada di sana, mulai dari alpacha, keledai, ayam, swan berbagai macam bangau, dan masih banyak lagi.

Sekitar pukul 13.00 kita mulai masuk Jatim Park 2 aslinya. Subhanallah selain berbagai hewan yang kita temui, mulai dari hewan yang cute, samapai yang benar-benar buas, buaya, berbagai macam harimau, singa, berbagai macam sapi, gajah, jerapah dan semuanya membuat hati semakin berkata “Subhanallah, sungguh Maha Kuasa Engkau Rabbi”. Padahal ke Jatim Park 2 ini bukan kali pertama, tetapi tetap membuat takjud dengan segala isinya.

Semua diisi dnegan foto dan berguarau sepanjang jalan bersama rombongan. Lucunya lagi, kami punya jargon “jangan biarkan Bu Eka, foto sendiri” sehingga fotonya selalu bersama-sama. Pada waktu itu cauaca memang tidak menentu, kadang panas, kadang gerimis manja. Sempat melihat proses bagaimana memberi makan hewan singa, ternyata benar-benar menakutkan, raungannya betul-betul menunjukkan bahwa dia hewan buas yang menakuktkan.

Ketika di separuh perjalanan di wahan-wahananya Jatim Park 2, hujan deras melanda, kami menenduh di foodcourt sambil makan dan menikmati huja deras yang tak begitu lama selesai. Kami melanjutkan kembali perjalanan menuju pintu keluar yang amsih disuguhkan di museum satwa. Semuanya isinya satwa-satwa yang sudah mati dan diawetkan, Masyallah indah betul bahkan ada berbagai insecta semuanya ada.

Sekitar pukul 17.00 kami menuju tempat pusat oleh-oleh dan sambil sholat mahgrib. Selanjutnya kita melanjutkan perjalanan pulang. Semuanya lelap tidur, tapi entah mengapa saya tidak bisa tidur, sebab tempat saya duduk diatasnya tepat sunds busnya, lalu volumenya begitu keras. Sampai memaka saya hampir dua tiga kali meminta Pak Kernet untuk menurunkan volumnya.

Makan malam di sekitar Blitar Kesamben, rawon panas. Lalu setelahya, semua melanjutkan tidur. Ternyata saya terbangun sudah mulai masuk ke Tulungagung Kates. Hp saya ternyata banyak telfon dari suami dan Umik. Memang saya kalau sudah tidurm sudah pelor, setelahnya memberi kabar dan siap-siap mau turun di Kromasan. Alhamdulillah sampai rumah pukul 23.00 langsung sholat dan istirahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...