Selasa, 10 Januari 2023

Rihlah Bersama Anak Yatim Mandiri Sanggar Mirigambat

 



Pengalaman pertama bersama anak binaan yatim di sanggar Mirigambar untuk mengadakan rihlah bersama. Minggu, tanggal 8 Januari 2023. Menggunakan kereta kelinci dan membawa bekal secara mandiri. Acara ini dikonsep oleh orang tua wali mereka. Guru sebagai pendamping dan tim hore saja. Di kelompok sanggar Yatim Mandiri Mirigambar ini semua kompak.

Dua gerbong kereta kelinci semuanya penuh. Yang memiliki kerabat seumuran bisa mengikuti selagi tempatnya cukup. Kami berangkat sekitar pukul setengah delapan, berkumpul di masjid Al Hikmah Mirigambar. Tujuan pertama adalah ke Boyolangu, awalnya saya mengikra akan ke taman Nangkula Kendabulur, ternyata dugaan saya salah. Kereta kelincinya masih jalan terus ke utara. 

Setelah itu menulusuri sawah-sawah yang sangat luas. Indah sekali pemandangannya, disekitar sawah tersebut juga banyak Bapak- Bapak yang sedang memancing. Semua sangat bergembira, ada dari ibu-ibu di kereta berselfi ria. Anak-anak banyak yang sibuk makan snack. Sedangkan saya masih bergumam "ini mau kemana?" diselimuti pertanyaan yang penuh penasaran.

Ternyata tujuan pertama adalah di warung Tegal Pule Jenang Pak Lasimun. Ini pertama kali saya berkunjung di tempat ini. Warung ini memilki tempat yang asyik secara keseluruhan, menunya juga enak-enak dan rekomended untuk keluarga atau sekedar nongki bersama teman. Bahkan ada joglo untuk ruang VIP mungkin pertemuan atau rapat. Lalu, ada tempat pemancingan, semua tempat sangat instagramabel. Unik untuk dibuat foto.

Tujuan kedua adalah di kebun blimbing Kuto Anyar masih di kawasan Boyolangu. Saya juga masih kali pertama berkunjung di sini. Sebagain besar dari kita, membeli oleh-oleh buah blimbing. Di tempat ini juga, anak-anak asyik bermain kelinci dan prosotan. 

Tujuan ketiga dalah ke gunung budeg. Gunung budeg sebetulnya sudah viral lama. Namun, lagi-lagi saya masih pertama kali ke gunung ini. Indah dan ada tangga untuk mencapai puncaknya. Sebab waktunya siang bolong, sehingga panas, saya hanya menaiki tidak sampai separuh. Anak-anak ada yang sampai pada makan dan candinya. 

Harapannya semoga rihlah ini memberikan manfaat yang berarti bagi mereka. Minimal semakin semangat dalam ngaji dan belajar. Lalu, semua yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita apapun bentuknya patut di syukuri. Saya mencoba menjelaskan kepada mereka, bahwa rihlah atau tadabur alam, rekreasi apapun istilahnya, kita harus banyak bersyukur kepada Allah.

Salam Happy Sunday

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...