Rabu, 15 Februari 2023

Panitia Rujak Buah

 




Sebelum acara gathering bersama ketua panitia yakni Bapak Zamah, kami diminta tolong untuk mempersiapkan rujak. Kemudian saya konfirmasi ke beberapa teman Ibu-Ibu dosen yang saya kontak untuk membantu saya belanja. Diantara yang paling saya hubungi tentu saja pertama adalah Bu Retno, Bu Fahma, Bu Sevia, Bu Ulvia lalu terkahir Bu Shofa. Bu Shofa sudah alternatif terkahir yang saya hubungi, sebab nama-nama yang saya sebutkan masih ada acara lain. Its ok, intinya harus ada teman untuk belanja dan persiapan.

Minggu siang kita belanja buah, bumbu rujak, perlengkapan lain tistu, garpu, mangkok foam dan lain-lain. Setelah belanja kami pun menuju kantor, kami mendapat pesan untuk belanja gula kelapa untuk juruhnya es degan. Dan setelah perbelanjaan selesai, tentu saja kami mengisi bensin perut. Kami mendapat telfon kembali yang intinya buah itu harus dikupas dulu dan di pantai tinggal makan. Kami mengambil kesimpulan perbelanjaan yang sudah kita taruh di kantor harus kembali diambil dan dibawa pulang.

Sepanjang perjalanan berlanja dengan Bu Shofa, selalu mengundang tawa. Entah apa yang diceritakan menurut saya, beliau itu lucu sekali. Alhamdulillah kami selesai dan sampai rumah sekitar pukul satu siang. Lalu, mengatur strategi dan pembagian kupas mengupas, serta membuat juruhnya. Kami pun janjian Minggu malam setelah isya’ awal tapi dengan personil tambahan yakni Bu Retno. Kebetulan rumah kami berdekatan sehingga kordinasinya mudah.

Alhamdulillah malamnya Bu Retno bisa membantu mengupas buah-buah yang dirasa aman. Selesai pukul sepuluh malam. Sedagkan Bu Shofa dirumahnya sendiri untuk membuat juruh gula. Saya dan suami dini hari pukul setengah empat sudah siap untuk mengiris dan mengupas buah yang belum dikupas. Selesai sekitar pukul enam dan kami berdua masih sempat ke pasar untuk membeli tahu, sebagai pelengkap rujaknya.

Rasanya senang sekali, ketika bisa membuat rujak buah lalu semsampai di pantai bumbu, tahu, krupuk semua buah ludes habis. Entah enaka atau segar yang penting habis, membuat hati ini senang sekali. Saya ucapkan terima kasih kepada panitia rujak dan semua yang terlibat di pantai sampai guyonannya di panggil bakul rujak. Heeheh pokoknya kudu semangat guys. Very very very thanks you to Bu Shofa and Bu Retno.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...