Sebelum acara gathering bersama
ketua panitia yakni Bapak Zamah, kami diminta tolong untuk mempersiapkan rujak.
Kemudian saya konfirmasi ke beberapa teman Ibu-Ibu dosen yang saya kontak untuk
membantu saya belanja. Diantara yang paling saya hubungi tentu saja pertama adalah
Bu Retno, Bu Fahma, Bu Sevia, Bu Ulvia lalu terkahir Bu Shofa. Bu Shofa sudah
alternatif terkahir yang saya hubungi, sebab nama-nama yang saya sebutkan masih
ada acara lain. Its ok, intinya harus ada teman untuk belanja dan persiapan.
Minggu siang kita belanja
buah, bumbu rujak, perlengkapan lain tistu, garpu, mangkok foam dan lain-lain. Setelah
belanja kami pun menuju kantor, kami mendapat pesan untuk belanja gula kelapa
untuk juruhnya es degan. Dan setelah perbelanjaan selesai, tentu saja kami
mengisi bensin perut. Kami mendapat telfon kembali yang intinya buah itu harus
dikupas dulu dan di pantai tinggal makan. Kami mengambil kesimpulan perbelanjaan
yang sudah kita taruh di kantor harus kembali diambil dan dibawa pulang.
Sepanjang perjalanan
berlanja dengan Bu Shofa, selalu mengundang tawa. Entah apa yang diceritakan
menurut saya, beliau itu lucu sekali. Alhamdulillah kami selesai dan sampai
rumah sekitar pukul satu siang. Lalu, mengatur strategi dan pembagian kupas
mengupas, serta membuat juruhnya. Kami pun janjian Minggu malam setelah isya’
awal tapi dengan personil tambahan yakni Bu Retno. Kebetulan rumah kami
berdekatan sehingga kordinasinya mudah.
Alhamdulillah malamnya Bu
Retno bisa membantu mengupas buah-buah yang dirasa aman. Selesai pukul sepuluh
malam. Sedagkan Bu Shofa dirumahnya sendiri untuk membuat juruh gula. Saya dan
suami dini hari pukul setengah empat sudah siap untuk mengiris dan mengupas
buah yang belum dikupas. Selesai sekitar pukul enam dan kami berdua masih
sempat ke pasar untuk membeli tahu, sebagai pelengkap rujaknya.
Rasanya senang sekali,
ketika bisa membuat rujak buah lalu semsampai di pantai bumbu, tahu, krupuk
semua buah ludes habis. Entah enaka atau segar yang penting habis, membuat hati
ini senang sekali. Saya ucapkan terima kasih kepada panitia rujak dan semua
yang terlibat di pantai sampai guyonannya di panggil bakul rujak. Heeheh
pokoknya kudu semangat guys. Very very very thanks you to Bu Shofa and Bu Retno.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar