Rabu, 08 Maret 2023

Saya Masih Terus Belajar



Perjalanan hidup Filza, sampai detik ini, Filza bukanlah sosok manusia yang sempurna. Perjalanan hidup setiap orang tidak akan sama. Termasuk sosok manusia seperti saya.

Saya meyakini ini adalah berkah, berkah dan barokah atas segala do'a orang-orang sekeliling adalah anugerah. Filza tidak akan seperti ini jika tanpa do'a. Kekuatan do'a tidak perlu di ragukan lagi, terutama dari orang tua. Umi dan Abah, Ibuk dan Bapak adalah kekuatan tersendiri. Berdiri tegak dengan segala proses yang telah dilalui baik yang sudah terlewati dan yang akan datang. 

Saya juga pernah membaca bahwa jimat yang ampuh adalah doa kedua orang tua. Oleh sebab itu, betapa bersyukurnya kepada Allah masih diberikan orang tua lengkap yang sehat, dan semoga berikan umur panjang dan barokah sehat selalu. Lalu, bagaimana untuk yang sudah ditinggalkan, maka kesempatan baginya untuk menunjukkan bagaimana menjadi anak sholih sholihah dengan tak lekang oleh waktu mendoakannya.

Ah, menulis hal ini menjadi haru biru. Entah mengapa rasanya saya yang dulu sampai saat ini, adalah buah doa dari Umi dan Abah, serta para kyai dan guru kami. Seperti kemarin, setiap bertemu guru entah dikesempatan apapun kepada beliau guru baik dari RA, Mi, SMP, bahkan Guru di pesantren sampai para Romo Yai, selepas beliau doakan dan diberikannya nasihat, selalu meneteskan air mata. Selalu terngiang nasihat beliau. Bahkan beliau  mendoakan secara khusus ketika di tanah suci Makkah dan Madinah. Ini membuat saya sesenggukan menangis mengamininya.

Saya juga meyakini, tanpa kita meminta doa pun, tetap beliau-beliau pasti mendoakan yang terbaik bagi kita. Namun perlu disadari, tidak semuanya memiliki kesempatan, kemurahan yang sama. Bisa dikatakan kesempatan langka dan kehormatan tertentu bagi santri, murid bisa didoakan secara khusus.

Maka, tidak ada suatu alasan untuk "adigang adiguno" apalagi naudzubillah "congkak", "sok". Maka harus pintar-pintar menempatkan diri. Saya pribadi, sangat sangat berterima kasih salam ta'dzim kami kepada semua poro kyai, guru. Mugi-mugi pinaringan sehat panjang umur dan barokah. Ampun lelah-lelah mengingatkan saya. Saya masih dan masih terus belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...