Sayyidah Khadijah, istri Kanjeng Nabi Muhammad Saw yang luar biasa sosoknya. Bagaimana beliau yang sangat dermawan seluruh hartanya diperjuangkan untuk Allah. Menjadi sosok istri dan ibu yang sangat luar biasa.
Beliau yang setia selalu mendampingi Rasulullah apapun kondisi yang dihadapi Rasul. Bagaimana respon ketika Rasul mendapat wahyu pertama. Bagaimana Sayyidah Khadijah berjuang mengirim makanan ketika Rasul 'uzlah di gua Hira bersama Abu Bakar.
Ketika menjelang wafatnya, Sayyidah Khadijah yang luar biasa tersebut, masih memiliki rasa malu kepada Rasul. Sehingga ketika ajalnya sudah mendekat beliau memanggil putrinya Fatimah, untuk memintakan sebuah surban Rasul untuk menjadi kain kafannya.
Rasullullah telah mengatakan bahwa Allah mengirimkan salam kepada Khadijah dan menyiapkan tempat terbaik kepadanya yakni surga. Selain itu, Khadijah sebelumnya juga meminta maaf kepada Rasul, jika sebagai istri kurang berbakti. Rasul pun menjawab "jauh dari kata itu, segala harta yang kau punyai, kau perjuangkan untuk Allah"
Kisah diatas memberikan hikmah, bahwa menjadi wanita sekaligus istri serta ibu adalah kunci dalam rumah tangga. Ketaatan kepada suami akan selalu menghantarkan kepada keberkahan. Dan harta bukanlah segalanya yang kekal. Harta akan membawa kepada keberkahan dan nilai ibadah bila digunakan dijalan Allah.
Selanjutnya sebagai bahan renungan, bahwa beliau Siti Khodijah saja malu terhadap kanjeng Nabi. Pertanyaannya bagaimana kita yang umatnya mengaku cinta, tapi tak pernah bersholawat padanya. Sehingga mari terus menjadi umat yang selalu ingat pada Allah dan terus bershokawat pada Rasul, mengaharap syafaatnya kelak di akhirat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar