Sepertinya saya sering sekali menulis tentang parfum. Entah mengapa, suka sekali dengan tema parfum. Memang, parfum bagi saya adalah kebutuhan pokok. Namun, tidak semua orang menganggap demikian dan itu sah saja.
Saya pernah membaca salah satu kutipan bahwa dari Sayyidina Anas meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad menyukai parfum. Sehingga saya menyimpulkan memakai dan menyukai parfum salah satu bukti kita mengikuti jejak beliau. Sekecil apapun tentang idola utama kita yakni Nabi Muhammad SAW, apapun itu kita usahakan untuk mengikuti dan menirunya.
Banyak sekali contoh kesunahan dalam memakai parfum. Seperti setiap Jum'atan salah satu kesunahannya adalah memakai parfum. Lalu di dua hari raya besar Islam memakai parfum juga demikian. Betapa istimewanya peran parfum.
Apapun selera parfum setiap orang yang membuat orang tidak terganggu rasanya wajar saja. Parfum juga mencerminkan karakter orang tersebut. Mau yang manis, jatam bahkan sekalipun menyengat sekali itu adalah kewajaran. Mungkin yang kurang wajar, ketika parfum yang harusnya jenisnya satu dan sudah terpakai, tapi masih ditumpuk-tumpuk dengan yang lain lebih dari lima jenis. Waw...tak terbayang baunya. Belum lagi, tercampur dengan keringat.
Parfum memang berfungsi untuk mengharumkan. Jika bau harum dan wangi akan membuat kita lebih nyaman untuk tinggal lebih lama. Pernah ada tamu yang sudah pulang, namun harumnya parfum tersebut seakan tinggal dan nempel di kursi karpet dan sangat kuat karakternya.
Kadang-kadang cinta itu juga identik dengan parfum. Misalnya saja, parfum yang manis mencerminkan kekasih kita. Sehingga membangun dan melabelkan bahwa bau yang seperti itu adalah cinta kita. Mari, rajin memakai parfum tapi yang perlu diingat adalah jangan berlebihan. Sebab, yang berlebihan itu tidak baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar