Menata Rindu Kala Itu
Menjadi Isyarat Kalbu
KuJadikan Syair Penentu
Sebuah Konsekuensi Menahan
Tak Bertemu
Ingin Disapa Dan Menyapa
Tetapi Tak Perlu
Biarkan Jadi Tulisanku
Yang Bermain Imajinasi Indahku
Meskipun Bertemu
Tak Berani Kutatap Matamu
Sebab Aku Takut Ketidak Tulusan
Dan Terpaksa Itu Nampak Di Matamu
Hanya Celah Tanganmu Kuamati
Bergetar Tak Sanggup Bertanya
Mengapa Demikian?
Dengan Cukup Wangi Segera Berlalu
Aku Dan Kamu
Cukup Begitu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar