Sabtu, 16 September 2023

Mie Gacoan Dengan Silaturrohim



Hari ingin sekali mengajak suami makan di mie gacoan. Mie gacoan dengan slogan Mie Pedas No.1 di Indonesia. Berangkat dari rumah setelah ashar. Awalnya tujuan ke kota Tulungagung akan gandakan buku, setelah sampai ke tukang fotocopy ternyata belum bisa alias antri. Maka ada yang tujuan yang lebih utama yakni di mie gacoan.

Mie Gacoan memang terkenal sekali. Dulu ketika masih di Malang ada mie setan. Mie setan persis sekali rasanya dengan mie iblis lengkap dengan levelnya. Macam-macam menu di mie gacoan yang sekarang lebih bervariasi. Dulu ada mie angel sekarang mie hompimpa. Dan perbedaannya nama menu esnya juga demikian. Kalau di mie setan dulu ada es gendruwo, jika sekarang ada es gobak sodor.

Memang suami saya baru pertama kalinya ke mie gacoan Tulungagung. Kalau saya masih dua kali ini. Kalau di Malang pada waktu itu seperti agenda setiap weekend. Alhamdulillah meskipun pertama beliau approve dengan menunya. Kami memesan beberapa menu diantaranya somay 2, pangsit goreng 1, mie gacoan level 6, mie hompimpa level 3, minumnya ada green tea 1 dan es gobak sodor 1. Awalnya suami ingin mie hompimpa level 4. Saya pun bertanya "Are U sure?" Langsung direvisi oleh beliau jadi level 3.

Sesampai di parkiran saya sempat turun sebab membayar parkir, saya melihat mobil putih yang tidak asing dan beberapa orang turun. Saya pun dibenak sepertinya saya mengenal dengan beliau dan saya pernah tahu namun saya lupa entah dimana pernah bertemu. Datang antri dengan kostumer lain yang lumayan sangat banyak. 

Saya ada di depan beliau dengan menunggu suami yang parkir motor. Sampailah kepada kasir, saya tetep melihat beliau dan rombongan yang mendekat untuk meyakinkan beberapa menu pilihan. Saya memakai masker, tapi saya tetep berkata "Ya Allah niki sinten? Kados pernah panggeh, namun Kok nggak nemu-nemu niki memori" ingin sekali menyapa, tapi takut dan sungkan luar biasa.

Setelah pembayar selesai dan mendapatkan nomer meja, ternyata ada WA masuk. "Bu Filza...." dengan lengkap di capture logo Mie Gacoan. Langsung saya interogasi si WA ini, yang kebetulan saya mengenalnya. Ternyata Mas ini, nderekaken beliau-beliau (ning-ning) dari Pondok Pesantren Ngunut.

Kami berbeda meja, saya diujung utara beliau-beliau di ujung selatan timur. Fokus makan, dan selesai makan. Alhamdulillah Biidznillah saya berkesempatan untuk menyapa sekaligus sungkem kepada beliau-beliau. Tabarrukan mugi-mugi keluberan barokahnya. 

Jujur peristiwa ini, membuat hati bahagia dan senang. Sebab, saya pun tahu ini kesempatan langka, meskipun tidak lama sekedar menyapa entah hati ini plong sekali. Sekaligus memohon maaf sebab tidak menyapa dari awal. Di mie gacoan Alhamdulillah bisa silaturrahim dengan beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...