Kesempatan yang luar biasa, ketika bisa menghadiri pernikahan saudara di PPTQ Putri Al Falah Ploso. Menghadiri Walimatul'ursy seperti mengisi baterai, layaknya energi dan ilmu baru untuk kami yang terlebih dahulu menikah. Ada beberapa catatan penting dari isi Mau'idzoh yang disampaikan oleh salah satu guru/ustadz.
Pertama adalah menikah di pondok merupakan salah satu pernikahan yang membawa barokah. Menikah di pondok adalah sesuatu yang luar biasa, hal ini adalah salah satu barokah dari khidmah kepada poro pengasuh Kyai dan Bu Nyai. Maka ketika sudah dinikahkan jangan berhenti untuk khidmah, artinya lanjutkan khidmah kepada beliau-beliau.
Kedua, kita tahu menikah itu adalah sunnah dan sarana untuk ibadah mengharap ridho Allah. Sehingga apapun yang dilakukan oleh suami istri akan mengalir sebuah pahala. Apalagi tujuannya adalah untuk kebaikan dan saling pengertian dan perhatian.
Ketiga, menikah akan menjaga status. Hal ini sebagai pagar untuk lebih hati-hati dimana pun kita berada. Selain menjaga status untuk menjaga keturunan. Keempat adalah menikah itu nikmat.
Nikmat dalam menikah yang diibaratkan beliau dengan bahasa Jawa "enak e sak klentheng, rekosone sak rendheng" yang memiliki arti yang namanya rumah tangga pasti ada masalah. Menikah yang barokah apapun masalah yang dihadapi pasti akan menemukan solusi untuk kebaikan. Apalagi diiringi dengan khidmah yang sungguh-sungguh di pondok.
Menikah juga sarana membuka rizki. Beliau menjabarkan seperti pengalamannya. Dulu sempat berjualan krupuk. Tak sangka-sangka Allah tetap menata, ketika teman-teman ada mobil, Allah memampukan untuk membeli meski sederhana. Intinya Allah akan senantiasa menata dengan cara yang terbaik selagi kita terus berusaha dan berikhtiar. Sebagai suami istri disitulah adanya rasa saling pengertian. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar