Senin, 08 Januari 2024

Tidak Ngawur



Juara dirinya melabelkan sebutan itu sendiri, mungki karena seringnya dia tampil dibeberapa kesempatan dan beberapa kesempatan mendapat peringkat teratas. Mungkin masih dilingkup yang kecil, tapi memang dia terbiasa untuk tampil. Sehingga ketika suatu kesempatan dia belum mendapatkannya dia merasa ada yang kurang. Seklebat kumelihatnya demikian.
Beberapa orang senang menyamakan padahal memang berbeda. Lalu dengan mudah membandingkan jika tidak sesuai harapan, dengan mudah menyalahkan. Apakah hal-hal demikian itu harus diwajarkan? Satu dua kali akan memaafkan, namun jika beberapa kali, mungkin lebih baik mendiamkan.
Sangat disayangkan saja, ketika saya memberikan yang lebih dan kesempatan yang bagus, namun ternyata disalah artikan. Mulai muncul rasa paling, beberapa kejadian kutuliskan dalam jurnal dengan detail. Kejujurannya mulai aku pertanyakan, rasa diam dan akrabnya mulai aku ragukan. Akhirnya kuteliti, kuanalisis lebih dalam mengapa hal ini bisa terjadi?
Tuntutan-tuntutan dibelakanglah yang membuatnya berbuat demikian. Sampai pada titik, ketika harus tergeser dari sebuah urutan nilai. Sampai kepada urutan juara yang padahal berbeda bidang. Ditanyakanlah sedetail itu? dan sampai pada meminta beberapa bukti dan dokumen yang seharusnya tidak dilakukan.
Prosedur-prosedur menjadi guru dan wali kelas semuanya ada aturannya, tidak ngawur bahkan tidak semaunya sendiri. Mengapa harus sedemikian ambisi, bahkan setiap anak memiliki keistimewaan. Kecerdasannya, karakter serta skillnya bermacam-macam. Harusnya tetap bangga dengan diberikan Allah putra/putri yang demikian. Tidak perlu sekali untuk keras apalagi sampai memasakan sebuah kehendak. 
Kesempatan-kesempatan masih sangat luas. Masih panjang jenjang dan perjalanannya dalam berproses untuk yang lebih dilingkungan yang lebih luas. Kadang saya pun merasa kasihan, mengapa hal-hal yang sepele sampai diurus sampai otot. Sehingga pola-pola demikian dihafali oleh orang banyak. Angka hanyalah angka, yang utama adalah makna yang ada didalamnya. Apalah arti angka seratus, tetapi akhlak dengan sesama masih kurang. Mari lebih bijaksana dan saling memahami serta kerjasama yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...