Mendapat kesempatan yang istimewa. Tidak semua orang akan merasakan untuk belajar bersama. Tiba-tiba mendapatkan sebuah hikmah yang luar biasa untuk lebih semangat. Salah satunya menyadari tugas utama diri ini dan menyadari siapa saya.
Menjadi pembicara memang tidak mudah. Pembicara didepan ratusan santri sejatinya adalah menasihati diri sendiri, agar lebih bergerak, berkarya dan mewujudkannya. Berdiri seperti hari ini, bukan menunjukkan bahwa aku hebat, BUKAN ! Melainkan sebab karena doa orang tua, suami serta para guru-guru kami. Dan setiap dari kita adalah istimewa dan hebat.
Hari ini saya diminta untuk sharing bersama para santri di Pondok Ngunut Asrama Sunan Pandanaran, khususnya untuk santri tahfidz putri baik SMP/SMAQ. Sharing dan belajar bersama, betapa pentingnya kegiatan ekstrakurikuler. Seperti biasa saya menyiapkan materi kurang lebih tiga empat harian. Kemudian ada ice breaking dengan senam-senam ringan lengkap dengan lagu yang telah saya hafalkan dan siapkan.
Singkat cerita, sampailah di pondok, Alhamdulillah saya diantar untuk sowan ke Ning Bilqis dengan Mbak Solihah salah satu pengurus disana, saya memohon izin, doa dan terima kasih sudah diberikan kesempatan yang luar biasa untuk nderek khidmah, belajar dengan para santri. Terjadilah obrolan singkat dan tak lama kamipun berpamitan.
Saya menunggu persiapan para santri setelah jamaah sholat Ashar. Selanjutnya, acara dimulai, perkenalan singkat dan langsung pada materi. Menghadapi kurang lebih dua ratus lima puluh santri yang hafal Al Quran memang sedikit berbeda, tangan saya dingin, namun saya berusaha memaksimalkan perform dengan menikmati dan menyampaikan materi sebaik mungkin.
Memang tidak runtut bahkan senam ringan yang saya siapkan juga belum tersampaikan, hanya tepuk-tepuk yang membuat sedikit heboh. Alhamdulillah secara umum peserta sangat excited. Sehingga membuat saya semakin enjoy.
Garis besar materi kali ini adalah menyongsong hari santri, maka sebagai santri harus lebih berprestasi. Salah satunya dengan adanya ekstrakurikuler sebagai wadah untuk mengembangkan bakat diri. Kadang kita tidak sadar, sebetulnya bakat kita apa? Jalannya harus bagaimana? Bagaimana cara mengembangkannya dan harus seperti apa?
Seusia para santri yang pada umumnya di generasi Z dan generasi Alpha sering dilanda insecure, ketidak percayaan diri bahkan mental yang cenderung lemah. Segala hal ingin instan. Utamanya juga dengan bakat, misalnya tanpa latihan bisa menjadi ahli dan baik. Padahal bakat itu harusnya tetap diasah agar semakin berkualitas. Melalui kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu alternatif dalam mencari, mengembangkan, dan memproses bakat tersebut.
Ada tips utama yakni niat yang kuat, paksa diri, disiplin, ikuti dengan senang, percaya diri dan tunjukkan bahwa kamu bisa dan mampu. So Just Join And Enjoy With Happiness because No One Know Which Talent In The Future Will Be Useful.
Semangat untuk kita semua,
Santri Harus Berjaya,
Salam Semangat
Salam Literasi,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar