Saya menggunakan blog ini sebagai media belajar menulis berbagai hal. Maka blog ini akan berfariatif isinya, mulai dari kegiatan, pengalaman, dan ilmu. Semoga Bermanfaat.
Sabtu, 08 November 2025
Wanginya
Senin, 27 Oktober 2025
Pendidikan
Pendidikan
Dunia satu ini apakah seterusnya akan begini?
aku takut hanya sebatas teori
aku merindukan karakter
dan akhlak budi pekerti
yang seharusnya tampak dan mendarah daging sepenuh jiwa
serta yang selalu meninggikan rasa takutnya kepada Illahi Rabbi
Jedag-Jedug
mendengarkan musik
bukan membayangkan
jedag-jedug aransemen
kau pertanyakan
untuk siapa dan mengapa
hanya asyik kudengar
nanun tanpa rasa
Air Mata
kulantangkan suara
sebab kutahan air mata
kupelankan langkah agar tak tergesa-gesa
biarkanlah hilang dan tiada
namun biarakn doaku tetap kuhaturkan
Bukan Kebetulan
takdir berkata demikian
tidak perlu disesalkan sebab sudah menjadi suratan
dan tidak hanya sebuah kebetulan
Kata
tidak ada subjek maupun objek
dalam untaian penulisan
alami mengalir menata huruf dengan urutan menjadi kata dan kalimat
Racun
mengenalmu adalah racun
yang membawa kepada tawa dan sedih
beriringan ingin kulenyapkan
hanya mengenal
belum benar-benar mengingat
Cemburu
Cemburu
Itu Menyakitkan
Namun Cemburu Kadang Menjadi Wujud Cinta
Dan Cemburu Itu Kejujuran
Atas Kasih Sayang
Maka Jangan Kau Larang!
Penantian
Sepenggal Untuk Insan Yang Penuh Penantian
Maka
Bersabarlah Dan Berdo'a
Bahwa Allah Memiliki Rencana Indah
Rabu, 22 Oktober 2025
Sekolah Lagi
Cita-cita untuk melanjutkan sekolah selalu muncul. Sebetulnya sudah lama cita-cita itu muncul, setelah menoleh kebelakang ternyata perjalanannya cukup panjang. Salah satunya mencoba mengambil peluang di beberapa kesempatan beasiswa. Meskipun itu belum berhasil, setidaknya ada pembelajaran dan pengalaman.
Ada perasaan mampukah saya, seperti teman-teman yang lain, yang sedang menempuh sekolah lagi. Mengingat berbagai peran, kegiatan, aktivitas baik di dunia pekerjaan maupun dimasyarakat dan keluarga. Motivasi-motivasi oleh beliau dan mereka selalu dibangun di sela-sela diskusi atau guyon yang tak sengaja. Bahwa setiap orang pasti mampu dan bisa, Bismillah katanya pokok sekolah lagi.
Melanjutkan sekolah membutuhkan pemantapan diri dan persiapan yang baik. Diawali dengan niat, tekat yang bulat dari diri sendiri artinya menata niat yang baik, sebetulnya buat apa sekolah lagi? Selanjutnya adalah berdiskusi dengan keluarga, mencari ridho suami dan orangtua, memohon doa, utamanya merekalah yang selalu menjadi support sistem, penyemangat utama agar saya sungguh-sungguh dan hati-hati dalam setiap melangkah.
BismillahTawakaltu'Alallah saya memberi tantangan sekaligus meyakinkan, membulatkan tekat dan niat untuk berangkat sekolah lagi. Tidak mudah mengambil keputusan ini, berulang-ulang berfikir dan dihiasi tangisan yang entah bagian mana yang membuatku menangis. Kadang-kadang hanya sekedar melihat web pendaftaran saja bahasa Jawanya "keronto-ronto" masih bergulat dengan fikiran mampu atau bisa tidak diriku ini.
Lagi dan lagi saya mengulangi meminta izin dan ridho suami. Beliau berkata bahwa "jika memang sudah bulat, berangkat saja, berjuang, Mas selalu mendukung, mendoakan". Memang sekolah di jenjang doktoral ini tidak murah, saya pun sadar akan hal itu. Sehingga dibagian inilah saya dengan suami selalu berdiskusi, berusaha dan Bismillah dan Yaqin pasti dimampukan oleh Allah rizki kami.
Langkah awal saya haru mempelajari semua persyaratan yang ada, mulai dari cara pendaftarannya lalu ada sistem pembayarannya. Pada langkah ini suami mengajarkan bahwa harus mandiri, belajar berusaha sendiri tanpa beliau. Saya akui dalam beberapa hal saya kurang teliti dan selalu ada suami untuk melengkapinya. Namun, kali ini sedikit berbeda. Semuanya harus mandiri kata beliau. Oke kujawab dalam hati, pasti saya bisa nih.
Setelah mempelajarinya dan mencoba memenuhi prosedur sistem yang ada dengan waktu yang sangat mepet dengan akhir pendaftaran. Sebetulnya saya pusing sebab terkendala di pembayaran. Dibulan-bulan itu sungguh amazing yang namanya Duit. Heheh Tetapi, saya selalu yaqin pasti Allah menolongku dan pasti ada jalanNya. Alhamdulillah lewat salah satu omku, saya bercerita dan tanpa basa-basi beliau langsung membantuku.
Keesokan harinya, saya langsung membayar pendaftaran itu, inginnya melalui mesin ATM sesuai panduan yang ada. ATM terdekat yakni ATM Ngunut sekalian berangkat ke kampus, namun sudah tiga kali saya coba dan gagal. Uniknya lagi, Virtual Acounnya (VA) akan habis dalam waktu 24 jam dari saya pendaftaran semalam. Saya ingat betul VA akan berakhir pukul 11.17 siang. Allah Karim, saya kebingungan mencoba telfon suami, beliau mengarahkan untuk ke teller langsung yang berada ditengah kota, barat rumah sakit lama. Perjalanan dari Ngunut ke tengah kota, tanpa berfikir panjang saya menuju kesana dan ternyata oleh pegawainya "ini tidak bisa mbak, sebab VA-nya bukan Bank kami" langsung bruabak, mau kemana ini saya. Pegawai bank itu, menawarkan untuk membantu cek dimana saya harus membayar VA itu.
Dulu
Dulu
Dulu Aku Menganggapnya Selalu Ada
Dulu Aku Mengaguminya
Teringat Kepeduliannya Luar Biasa
Hingga Tidak Ada Sekat
Dulu
Atau Hanya Sesaat
Berubah
Berubah Perubahan
Duri Yang Kau Anggap Ada
Bukan Bagian Dari Bahaya
Pembentukan Untuk Berubah
Duri Membuat Sakit
Tertusuk Bila Ceroboh
Duri Perubahan
Tidak Harus Dianggap Ranjau
Dia Bisa Menjadi Bunga
Untuk Menyimpan Air
Selasa, 20 Mei 2025
Khitan Ceria 2025
LKK PCNU Tulungagung berkolaborasi bersama JATMAN,
LAZISNU, PERGUNU dan RANTING NU Tegalrejo mengadakan Khitan Ceria pada hari
Ahad, 18 Mei 2025. Kegiatan ini bertempat di Masjid I Darussalam Tegalrejo, Rejotangan
dengan diikuti sebanyak 84 peserta dari berbagai kecamatan di Tulungagung.
Peserta sangat beragam dari yang paling kecil yakni umur enam tahun sampai dua
belas tahun. Mereka tidak hanya diantar oleh walinya tetapi juga keluarga besarnya.
Persiapan-persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari, terutama oleh Pengurus Ranting Nu Tegalrejo sebagai tuan rumah. Kegiatan Khitan Ceria dimulai dengan pendaftaran
peserta. Beberapa peserta sengaja untuk berangkat lebih pagi agar mendapat antrian
awal. Bagi peserta yang sudah melakukan pendaftaran, sambil menunggu acara pembukaan
mereka menikmati lantunan sholawat yang dimeriahkan oleh grup sholawat PAC
Fatayat NU Rejotangan yakni Ainuha Tsurosya.
Tepat pukul 08.00 WIB, acara pembukaan kegiatan Khitan Ceria dimulai. Para peserta diarak menuju panggung utama yang didampingi oleh abah Yusuf dan diiringi oleh sholawat dari kodim 0807, Malang . Suasana khidmat dan bahagia terpancar dari wajah anak anak peserta Khitan Ceria.
Rangkaian acara pembukaan berjalan dengan
lancar. Berbagai tokoh masyarakat turut hadir yakni Ketua Tanfidziyah PCNU
Tulungagung dan Ketua JATMAN Kabupaten Tulungagung. Kemudian acara ditutup dengan
pembacaan doa oleh Rois Syuriah PCNU Tulungagung, KH. Muhson Hamdani, M.Sy.
Selesai acara pembukaan Khitan Ceria,
peserta dipanggil sesuai nomer urut untuk melakukan anestesi yang diakomodir
oleh Bapak Sugeng dari LKK PCNU. Setelah anestesi diberikan, mereka akan
dipanggil untuk dilakukan tindakan oleh tim medis. Kemudian peserta Khitan
Ceria masuk ruangan yang didampingi oleh walinya masing – masing dan juga tim
LKK NU seperti Bapak H. Ali Maksum, Bapak Syafa’, dan Bapak Dian Anshori.
Suasana di dalam ruangan campur aduk, ada
yang tenang, ada juga yang histeris dan ada juga peserta khitan yang harus
dipegang oleh banyak orang. Setelah tindakan selesai dilakukan oleh tim medis,
peserta Khitan Ceria akan menukarkan nomer peserta dengan bingkisan dan uang
saku. Setelah itu mereka bisa pulang ke rumah masing – masing. Alhamdulillah
acara khitan ceria berjalan lancar dan semoga kegiatan ini dapat
membawa manfaat yang berkelanjutan.
Wanginya
aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...
-
Diammu Kali Ini Sungguh Menyakitkan Tidak Mengapa Biar Tuhan Memberi Petunjuk KebenaranNya
-
aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...



.jpg)












.jpg)
